Kabar Duka, Bu Muslimah, Guru Inspiratif Laskar Pelangi Meninggal Dunia, Jejak Pengabdiannya Abadi
M Zulkodri June 27, 2026 12:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Dunia pendidikan Indonesia berduka. Muslimah Hafsari, sosok guru yang dikenal luas sebagai Bu Muslimah atau Bu Mus, inspirasi utama dalam novel dan film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (27/6/2026).

Kabar duka tersebut mengundang belasungkawa dari masyarakat, terutama para pecinta Laskar Pelangi dan dunia pendidikan.

Nama Bu Muslimah telah melekat sebagai simbol dedikasi seorang pendidik yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak di tengah keterbatasan.

Sosoknya menjadi inspirasi karakter Bu Mus dalam novel Laskar Pelangi, karya yang kemudian mendunia dan mengangkat wajah pendidikan di Belitung ke panggung internasional.

Mengabdi Sejak Usia Belia

Muslimah Hafsari lahir di Desa Gantung, Kabupaten Belitung Timur, pada 27 Februari 1952. Ia merupakan putri dari K.A. Abdul Hamid, salah satu pelopor berdirinya sekolah Muhammadiyah di Belitung.

Meski hanya berbekal ijazah Sekolah Kepandaian Putri (SKP) Muhammadiyah, semangatnya untuk mengajar tidak pernah surut.

Pada usia yang masih sangat muda, ia memilih mengabdikan diri di SD Muhammadiyah Gantung, sekolah sederhana yang kelak melahirkan kisah fenomenal Laskar Pelangi.

Dalam novel Andrea Hirata, Bu Mus digambarkan sebagai guru yang mengajar hampir seluruh mata pelajaran dengan penuh kesabaran.

Bersama Kepala Sekolah K.A. Harfan, ia mempertahankan sekolah yang nyaris ditutup karena kekurangan murid dan minim fasilitas.

Baca juga: Kades Ungkap Masa Kecil Taufik Hidayat, Tersangka Penyekapan Pacar: Dari Dulu Sudah Brutal

Baca juga: Update Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Klasemen Peringkat Tiga Terbaik Terbaru

Lebih dari Empat Dekade Menjadi Guru

Karier mengajar Muslimah dimulai pada 1971. Ia sempat menjadi Kepala SD Muhammadiyah Gantung pada periode 1975–1984.

Setelah diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 1986, ia mengajar di sejumlah sekolah dasar negeri di Kecamatan Gantung hingga akhirnya pensiun pada Februari 2012.

Namun pensiun tidak membuatnya berhenti mengabdi.

Di rumahnya di Desa Gantung, Bu Mus membuka kelas belajar bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, termasuk anak berkebutuhan khusus dan siswa yang tertinggal pelajaran.

Sebagian ruang tamunya disulap menjadi ruang belajar sederhana agar anak-anak tetap memperoleh pendampingan pendidikan.

Ia pernah mengungkapkan alasannya tetap mengajar setelah pensiun.

"Kasihan mereka. Mereka sudah tidak bisa dibantu oleh guru di sekolahnya. Jadi ibu yang mengajar mereka." ujarnya kala itu ketika disambangi posbelitung.co

Semangat tersebut menjadi bukti bahwa baginya, menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup.

Inspirasi Laskar Pelangi

Nama Bu Muslimah mulai dikenal masyarakat luas setelah Andrea Hirata mengabadikan sosoknya dalam novel Laskar Pelangi yang terbit pada 2005.

Novel tersebut mengisahkan perjuangan 10 murid SD Muhammadiyah Gantung yang belajar dalam segala keterbatasan, namun tetap memiliki mimpi besar berkat ketulusan guru-gurunya.

Kesuksesan novel itu berlanjut ketika diangkat ke layar lebar pada 2008 dan menjadi salah satu film Indonesia paling fenomenal.

Sosok Bu Mus pun dikenang sebagai lambang ketulusan, kesederhanaan, dan dedikasi seorang pendidik yang menginspirasi jutaan orang.

Kepergian Muslimah Hafsari meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan Indonesia.

Meski telah berpulang, warisan nilai-nilai yang ia tanamkan tentang keikhlasan mengajar, semangat mencerdaskan anak bangsa, dan keyakinan bahwa pendidikan mampu mengubah kehidupan akan terus hidup dalam ingatan para murid, pembaca Laskar Pelangi, dan masyarakat Indonesia.(*)

(Bangkapos.com/Zulkodri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.