Jalin Kerja Sama Pemprosesan Logam & Mineral RI-Swiss, Presiden Guy Parmelin: Kita Saling Melengkapi
Nur Rohman Urip June 27, 2026 12:42 PM

Pemerintah Swiss dan Republik Indonesia membuka peluang kerjasama di bidang pemprosesan logam dan mineral.

Kedua negara akan mendorong kemitraan yang membuka peluang investasi dan pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Momentum itu dijalin dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Selasa (23/6/2026) di Kota Basel, Swiss.

Tribunnews.com bersama Tim KG Media berkesempatan mewawancari Presiden Swiss Guy Parmelin seusai penandatanganan MoU. 

Guy Parmelin didampingi Andrea Rauber Saxer, Duta Besar Kepala Divisi Hubungan Bilateral Swiss hadir di ruang pertemuan bilateral RI-Swiss. 

Presiden Swiss pun menekankan pentingnya kerangka kerja sama global sebagai solusi proaktif dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Hal ini adalah momentum yang baik karena kedua negara telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (CEPA) dan perjanjian perlindungan investasi. 

Presiden menyebutkan kunjungannya ke Indonesia tahun lalu sebagai upaya menjalin kemitraan.

"Dan hari ini sebuah Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani untuk memperkuat kemitraan tersebut," ujar Guy Parmelin. 

Menurut Parmelin, Swiss dan Indonesia saling melengkapi. 

Swiss memiliki teknologi maju namun miskin sumber daya alam, Indonesia memiliki populasi yang terlatih serta sektor strategis seperti logam dan mineral. 

Visi ke depannya adalah menciptakan perspektif "win-win" melalui kerja sama ekonomi, politik, dan khususnya pendidikan kejuruan atau magang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.