Viral Warga di Kalsel Tangkapi Ribuan Udang Galah Naik ke Permukaan, Waspadai Infeksi Penyakit
Mulyadi Danu Saputra June 27, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Viral di media sosial, video memperlihatkan warga berbondong-bondong berburu udang galah yang tiba-tiba naik ke permukaan.

Warga dengan mudah mengambil udang galah tersebut hanya menggunakan kedua tangan.

Dilansir melalui unggahan akun Instagram @banjarku, Sabtu (27/6/2026), peristiwa tersebut dikabarkan terjadi di satu wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Tampak dalam unggahan video itu, warga berkumpul di sekitar sungai kecil yang memiliki lebar sekitar 3 meter.

Baca juga: Kadang Ketemu Bekantan, Warga Desa Marabahan Baru Batola Ini Aktif Cari Udang Galah di Pulau Curiak

Warga berkumpul usai mendapatkan informasi perihal fenomena ratusan udang galah yang tiba-tiba naik ke permukaan.

Dengan sigap warga pun menangkap udang galah tersebut. 

Mereka antusias karena harga udang itu terbilang mahal dibanding udang biasa.

Beberapa orang bahkan terjun ke sungai yang sedang dalam kondisi surut, agar bisa menangkap udang galah yang lebih banyak.

Alhasil, warga berhasil mendapatkan udang galah masing-masing mencapai satu ember untuk dibawa pulang.

Ukuran udang galah yang ditangkap bervariasi mulai dari kecil, sedang, hingga besar.

Diduga Habitat Tercemar

Belum diketahui secara pasti pemicu naiknya ratusan udang galah tersebut ke permukaan.

Namun tak sedikit warganet yang menduga habitatnya tercemar atau diracuni oknum tak bertanggung jawab.

“Warga Kalimantan Selatan baru-baru ini dihebohkan dengan fenomena ribuan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) yang mendadak naik ke permukaan air. 

Dalam beberapa video viral yang beredar, biota sungai bernilai ekonomis tinggi ini tampak muncul ke permukaan, memudahkan warga untuk menangkapnya dengan tangan kosong.

Meskipun jadi berkah dadakan bagi sebagian orang, secara sains fenomena ini sebenarnya adalah alarm alam.

Biasanya, udang galah naik ke permukaan karena adanya perubahan kualitas air yang ekstrem. Kondisi-kondisi ini memaksa si "biola sungai" untuk bermigrasi mencari wilayah air yang lebih aman dan kaya oksigen demi bertahan hidup. 

Sebagai satwa endemik salah satu kebanggaan Banua, fenomena ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai di Kalsel,” terang unggahan video tersebut.

Namun tak dipaparkan secara pasti di wilayah Kalsel mana tempat peristiwa tersebut terjadi.

Lima Kemungkinan Penyebab

Sementara itu, melansir dari beberapa sumber, sedikitnya ada lima penyebab udang galah muncul ke permukaan.

Kadar Oksigen Terlarut Rendah (Hipoksia): Penurunan oksigen, terutama pada malam atau dini hari, membuat udang stres sehingga mereka naik ke permukaan untuk mengambil oksigen dari udara bebas.

Kualitas Air Buruk: Penumpukan sisa pakan dan kotoran meningkatkan kadar amonia dan nitrit, yang bersifat racun bagi udang. 

Suhu air atau tingkat pH yang berubah secara drastis juga membuat mereka kolaps dan mengapung.

Kekurangan Pakan: Jika asupan makanan di dasar kolam tidak mencukupi (underfeeding), udang akan terdorong untuk berenang ke atas atau ke tepi untuk mencari makan.

Infeksi Penyakit: Udang yang terinfeksi bakteri atau virus mematikan seperti White Spot (WSD) akan menjadi lemas dan sering mengapung di permukaan air.

Migrasi Alami: Secara naluriah, beberapa jenis udang seperti Macrobrachium rosenbergii (udang galah) melakukan migrasi antara air tawar dan air payau sesuai dengan siklus hidupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.