TRIBUNJAMBI.COM - Damai di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran kembali berada di ujung tanduk.
Meski belum lama meneken nota kesepahaman untuk mengakhiri perang, Amerika Serikat (AS) dan Iran kedapatan kembali saling meluncurkan serangan militer terbuka di kawasan Teluk.
Konflik bersenjata ini pecah di tengah pengumuman kesepakatan baru antara Israel dan Lebanon yang justru memicu penolakan keras dari kelompok Hizbullah.
Jet Tempur AS Gempur Sirik Pasca-Insiden Kapal Singapura
Eskalasi memanas setelah militer AS mengerahkan jet tempur untuk menghantam sejumlah situs rudal, drone, dan radar pantai Iran pada Jumat (26/6/2026).
Langkah agresif Pentagon ini diklaim sebagai balasan atas serangan drone bunuh diri satu arah milik Iran yang menghantam kapal kargo berbendera Singapura, M/V Ever Lovely, di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026).
Pada Sabtu dini hari, situasi kian meruncing saat enam pesawat tempur AS menggempur empat target strategis di Sirik, Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menuduh Teheran telah mengkhianati komitmen perdamaian secara sepihak.
"Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata. Lebih jauh lagi, perilaku berbahaya Iran merusak kebebasan navigasi karena perdagangan semakin mengalir melalui koridor perdagangan internasional yang vital," tulis CENTCOM via media sosial, Sabtu (27/6/2026) pukul 03.36 WIB.
Baca juga: Iran Bersumpah Tak Lupakan Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, AS Jadi Sasaran Kecaman
Baca juga: Polisi Jerat Ayah Tiri di Sungai Gelam Jambi Pasal Berlapis, Terancam 9 Tahun Penjara
"Militer AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya."
Merespons tuduhan AS, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) milik Iran berkilah bahwa kapal Singapura tersebut melintas di luar rute resmi.
Melansir Iran International, PGSA menegaskan kapal yang nekat menggunakan rute tidak sah berada di luar jaminan keselamatan dan risiko ditanggung penuh oleh operator kapal.
Revolusi Islam (IRGC) langsung meluncurkan serangan balasan ke pangkalan Angkatan Darat AS di wilayah sekitar Teluk. IRGC berpegang teguh pada legitimasi hukum regional mereka.
"Menurut Pasal 5 Memorandum Kesepahaman Islamabad, pengaturan untuk mengendalikan transit dan pergerakan di Selat Hormuz berada di bawah tanggung jawab Republik Islam Iran," tegas IRGC.
"Namun, Amerika Serikat, dengan menghasut berbagai pihak, berupaya melanggar komitmen ini. Tanggapan yang tepat telah diberikan... Jika terjadi tindakan agresi berulang, tanggapan kami akan lebih luas dari ini."
Poros Washington: Kerangka Damai Israel-Lebanon Picu Protes Hizbullah
Di tengah gemuruh bom di Selat Hormuz, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan kabar diplomatis bahwa Israel dan Lebanon telah resmi menandatangani kesepakatan kerangka kerja di Washington setelah melewati negosiasi putaran kelima.
Laporan TRT World menyebutkan kesepakatan ini mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Lebanon Selatan.
Namun, kesepakatan sepihak tersebut langsung dimentahkan oleh faksi dalam negeri Lebanon sendiri.
Anggota parlemen dari kelompok Hizbullah, Hassan Fadlallah, melayangkan kecaman keras terhadap para pejabat Beirut yang ikut meneken dokumen di Washington.
Baca juga: Iran Tegas Tolak Negosiasi Rudal Balistik, Presiden Pezeshkian Beri Tanggapan
Baca juga: Terbongkarnya Rahasia 2 Tahun Ayah Tiri Lecehkan Anak Tiri di Jambi Berkat Tetangga
"Pihak berwenang Lebanon tidak akan mampu menerapkan perjanjian yang ditandatangani di Washington kecuali mereka, dengan dukungan Amerika, menuju perang saudara," ancam Fadlallah yang menolak keras jalur diplomasi langsung dengan Israel.
Fadlallah menuding pakta Washington sengaja dirancang untuk menyabotase kesepakatan besar yang sebelumnya ditengahi oleh Pakistan antara Amerika Serikat dan Iran.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, gelombang protes langsung pecah di pinggiran selatan Beirut.
Puluhan massa bersenjata sepeda motor dan mengibarkan bendera Hizbullah turun ke jalan guna menolak kerangka kerja bentukan AS tersebut.
Baca juga: Wujudkan Ronda Online, Pemkot Jambi Resmikan Sistem CCTV RT Terintegrasi JCOC
Baca juga: 1.121 Perwira Polisi Dimutasi dan Rotasi, 2 Kapolres di Jambi Diganti
Baca juga: Jokowi Siap Bawa Ijazah SD-S1, Bakal Hadir Jadi Saksi Korban di Sidang, Roy Suryo Cs Ragu
Baca juga: Daftar Pemenang Cita Loka Fest 2026 Tribun Network Sesi 2 Cita Apresiasi