Pemkab Lanny Jaya Salurkan Bansos ke 30.259 Keluarga, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Astini Mega Sari June 27, 2026 02:29 PM


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, TIOM – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Sosial kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II Tahun 2026 kepada 30.259 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 39 distrik, Jumat (26/6/2026).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah tantangan ekonomi.

Kegiatan itu dihadiri Asisten I Setda Kabupaten Lanny Jaya, Andi Hendarka  yang mewakili Bupati Lanny Jaya.

Hadir pula perwakilan Kejaksaan, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Kantor Pos Perwakilan Jayapura di Wamena, para kepala distrik, serta unsur Forkopimda Kabupaten Lanny Jaya.

Baca juga: Suport Petani Hadapi Musim Tanam, Pemkab Lanny Jaya Salurkan Bantuan Pangan

Dalam sambutannya, Andi Hendarka menegaskan bahwa bantuan sosial tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap seluruh bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan Bupati Lanny Jaya agar seluruh pihak yang terlibat mengawal proses penyaluran bantuan sehingga berlangsung tertib, transparan, tepat sasaran, dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya, Petron Tabuni, menjelaskan bahwa penyaluran kali ini merupakan PKH Tahap II Tahun 2026, setelah sebelumnya pemerintah sukses menyalurkan bantuan pada tahap pertama.

Menurutnya, jumlah penerima manfaat dapat berubah pada setiap periode karena mengikuti hasil pemutakhiran dan verifikasi data yang dilakukan pemerintah pusat.

"Jumlah KPM tidak selalu sama setiap tahun. Ada yang bertambah dan ada pula yang berkurang sesuai hasil verifikasi data. Tahun ini tercatat sebanyak 30.259 keluarga menerima bantuan dengan total anggaran sebesar Rp23.058.525.000," jelas Petron.

Baca juga: Ancaman Kekeringan Melanda Kuyawage Lanny Jaya, Warga Diimbau Stok Makanan dan Setop Bakar Lahan

Ia mengimbau para kepala distrik agar memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait perubahan data penerima bantuan.

Petron menegaskan bahwa warga yang tidak lagi tercatat sebagai penerima bukan berarti diabaikan, tetapi karena hasil evaluasi menunjukkan kondisi ekonomi mereka telah membaik atau sudah memiliki sumber penghasilan yang memadai.

Ia  menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial mengacu pada kategori kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil.

Masyarakat yang berada pada kategori desil satu hingga desil lima menjadi prioritas penerima, sedangkan mereka yang telah masuk kategori desil sepuluh dinilai sudah mampu sehingga tidak lagi menjadi sasaran bantuan.

Selain itu, pemutakhiran data penerima manfaat juga merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Lanny Jaya.

"Apabila jumlah penerima bantuan terus bertambah, hal itu dapat menjadi indikator meningkatnya angka kemiskinan. Karena itu, Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda terus mendorong agar kesejahteraan masyarakat meningkat sehingga jumlah warga miskin dapat terus ditekan dari tahun ke tahun," ungkapnya.

Petron menambahkan, Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya akan terus melakukan pendataan dan pembaruan data secara berkala agar seluruh program bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, adil, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang paling membutuhkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.