Buya Yahya Bagikan Cara Mengatasi Malas Menghafal Al-Qur'an, Jangan Panik Saat Iman Menurun
Muhammad Hadi June 27, 2026 03:35 PM

SERAMBINEWS.COM - Semangat menghafal Al-Qur'an tidak selalu berada pada kondisi yang sama. Ada kalanya seseorang merasa begitu bersemangat, namun di waktu lain justru kehilangan motivasi untuk melanjutkan hafalan.

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang wajar karena keimanan manusia memang mengalami pasang surut. Namun, menurutnya, keadaan itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengatakan bahwa ketika mulai merasa malas menghafal Al-Qur'an, seseorang perlu melakukan introspeksi dan mencari penyebabnya.

"Perlu ditingkatkan motivasinya. Kita saja dalam ibadah kadang semangat, kadang lemah. Memang ada saat naik turunnya iman," ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah, Sabtu (27/6/2026).

Ia menyarankan agar seseorang merenung ketika mulai kehilangan semangat, bahkan mengevaluasi lingkungan pertemanan yang dimiliki.

"Mungkin saya telah berteman yang salah. Temannya ngobrol terus, akhirnya kita malas menghafal Al-Qur'an," katanya.

Baca juga: Buya Yahya Ungkap Cara Sukses Mendidik Anak Usai Perceraian, Jangan Tanamkan Kebencian kepada Mantan

Menurut Buya Yahya, lingkungan yang kurang mendukung, termasuk teman yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain telepon genggam, dapat membuat seseorang kehilangan fokus terhadap hafalannya.

"Temannya pegang handphone terus, kita di sampingnya tidak konsentrasi. Maka carilah teman yang bisa memotivasi menghafal Al-Qur'an," tuturnya.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa rasa senang untuk menghafal Al-Qur'an merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT dan patut disyukuri.

"Kalau orang diberi Allah senang menghafal Al-Qur'an, artinya dia harus hidup bersama Al-Qur'an," ujarnya.

Ia menjelaskan, orang yang telah menghafal Al-Qur'an pada dasarnya telah berulang kali membaca kitab suci tersebut sehingga sulit menghitung berapa kali telah khatam.

Selain itu, Buya Yahya mengingatkan agar para penghafal Al-Qur'an tidak belajar dalam keadaan tertekan atau panik karena takut tertinggal dari orang lain maupun khawatir hafalannya hilang.

Baca juga: 3 Amalan Terbaik Dianjurkan Rasulullah, Buya Yahya: Salat Tepat Waktu hingga Berbakti

"Yang jadi masalah, menghafal Al-Qur'an takut ketinggalan. Temanku sudah banyak, aku belum. Takut lupa. Jangan panik," pesannya.

Bagi masyarakat yang belum mampu menghafal Al-Qur'an, Buya Yahya menganjurkan agar tetap membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur'an setiap hari, meski hanya sedikit.

"Paling tidak setiap hari baca satu lembar. Kalau tidak bisa, satu halaman. Kalau belum mampu juga, tiga ayat. Tidak usah banyak-banyak, tapi rutin," katanya.

Menurutnya, konsistensi jauh lebih penting daripada membaca dalam jumlah banyak tetapi hanya sesekali.

Di akhir ceramahnya, Buya Yahya kembali mengingatkan agar umat Islam terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an dan tidak membiarkan diri semakin jauh darinya.

"Jangan sampai kita dijauhkan Allah dari Al-Qur'an. Diupayakan, dimotivasi. Insyaallah Al-Qur'an itu nikmat dan indah," pungkasnya.

(Serambinews.com/Firdha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.