Mbak Har Belanja Bareng Kekasih Sebelum Ditemukan Tewas di Kos Surabaya, Sudah Pacaran Setahun
Arie Noer Rachmawati June 27, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang perempuan berinisial SN (51) atau dikenal dengan nama Mbak Har ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (25/6/2026) malam. 

Penemuan jasad korban menggegerkan warga sekitar karena tubuh korban ditemukan dengan sejumlah luka dan bercak darah di dalam kamar.

Kasus ini kini ditangani Polsek Sawahan bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Polisi menduga kuat korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan.

Tercium Bau Mencurigakan, Tetangga Temukan Korban Tak Bernyawa

Penemuan jasad SN bermula ketika seorang penghuni kos berinisial RI merasa curiga karena kamar korban dalam keadaan terkunci dan tidak ada aktivitas seperti biasanya.

Kecurigaan semakin kuat setelah tercium bau tidak sedap dari dalam kamar.

RI kemudian mengintip melalui jendela dan melihat tubuh korban tergeletak tanpa bergerak.

Ia segera meminta bantuan warga sekitar untuk memastikan kondisi tersebut.

Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

Warga yang melihat langsung kejadian itu mengaku syok.

Tubuh korban ditemukan dalam posisi telungkup dengan luka-luka di sejumlah bagian tubuh.

Di sekitar lokasi juga terlihat bercak darah yang mengindikasikan telah terjadi tindak kekerasan.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sawahan.

Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Wanita Ditemukan Tewas di Kos Surabaya, Warga Ungkap Sosok Pacar Korban

Baca juga: Geger Temuan Jasad Wanita Asal Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya, Tubuh Penuh Luka Sayatan

Korban Sudah Lama Tinggal di Kos, Terakhir Terlihat Bersama Pria

Menurut keterangan warga, SN merupakan penghuni lama rumah kos tersebut.

Ia diketahui telah tinggal di lokasi itu selama kurang lebih satu dekade.

Korban berasal dari Kabupaten Jombang dan selama ini tinggal seorang diri di kamar kos.

Meski tidak memiliki anak kandung, warga menyebut korban sangat dekat dengan keluarga keponakannya yang berada di kampung halaman.

Tetangga mengungkapkan, aktivitas terakhir korban terlihat pada Selasa siang.

Saat itu, korban sempat berbelanja dan terlihat bersama seorang pria yang belakangan diketahui bernama Yanto.

Pria tersebut disebut telah menjalin hubungan dengan korban sekitar satu tahun terakhir.

Menurut warga, Yanto juga kerap menginap di kamar kos korban.

Sejak Selasa itu, warga mengaku tidak lagi melihat keberadaan korban maupun Yanto.

Saat keluarga mencoba menghubungi korban melalui telepon, ponselnya sudah tidak dapat dihubungi.

Hingga jasad korban ditemukan, keberadaan pria tersebut juga belum diketahui sehingga menjadi salah satu informasi yang didalami penyidik.

Baca juga: Kronologi Temuan Jasad Wanita di Kos Surabaya, Berawal dari Kecurigaan Pengamen & Bau Amis Menyengat

Polisi Pastikan Dugaan Pembunuhan, Autopsi Dilakukan

Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, mengatakan polisi awalnya menerima laporan sebagai penemuan mayat.

Namun situasi berubah setelah petugas menemukan adanya bercak darah di dalam kamar.

Karena adanya indikasi tindak kekerasan, polisi langsung meminta bantuan Tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh.

"Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan pembunuhan," ujar Muljono dalam tayangan Saksi Kata 'GEGER! Misteri Tewasnya Nenek di Surabaya Terkuak! Ditemukan Penuh Luka di Dalam Kamar Kos' yang tayang di kanal YouTube TribunJatim.com pada Jumat (26/6/2026).

Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk menjalani autopsi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kematian sekaligus mengidentifikasi jumlah serta jenis luka yang dialami korban.

Sementara itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang pertama yang menemukan jasad korban dan anggota keluarga korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi juga memastikan perhiasan yang dikenakan korban masih berada di tubuhnya.

Temuan tersebut membuat penyidik belum menyimpulkan adanya motif perampokan.

Penyelidikan kini difokuskan pada rekonstruksi aktivitas terakhir korban, termasuk menelusuri keberadaan orang-orang yang sempat berinteraksi dengannya sebelum ditemukan meninggal dunia.

Polisi berharap seluruh rangkaian penyelidikan, termasuk hasil autopsi dan pemeriksaan saksi, dapat membantu mengungkap pelaku beserta motif di balik kematian SN.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.