TRIBUNJATIM.COM - Sejak masih kecil, Taufik Hidayat (30), pelaku penganiayaan dan penyekapan kekasihnya, YTR (29) di Bandung, Jawa Barat disebut sudah kerap membuat onar dan terlibat perkelahian.
Bahkan, setiap kali terjadi masalah, kedua orang tuanya disebut selalu membela dirinya.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, saat menceritakan masa kecil Taufik yang kini menjadi tersangka.
Menurut Kusnaedi, Taufik dikenal sebagai anak yang memiliki sifat temperamental.
Ia sering berkelahi dengan anak-anak lain di lingkungan tempat tinggalnya sehingga membuat warga merasa resah.
Akibat perilakunya tersebut, Taufik disebut tidak memiliki banyak teman semasa kecil. Anak-anak di sekitar rumahnya bahkan dikabarkan enggan bergaul karena khawatir terlibat masalah dengannya.
Kusnaedi juga mengungkapkan setiap kali Taufik terlibat keributan, kedua orang tuanya disebut kerap membela sang anak.
Kondisi itu, menurutnya, membuat perilaku Taufik tidak banyak berubah hingga beranjak dewasa.
Cerita mengenai masa kecil Taufik disampaikan Kusnaedi saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi pada Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Asal-usul Tato YTR Bergambar Taufik Hidayat Diungkap, Beda Pengakuan Mantan Atasan dan Kuasa Hukum
Kusnaedi mengatakan, perilaku Taufik sudah menjadi perhatian warga sejak masih anak-anak.
Ia menyebut Taufik memiliki sifat agresif dan sering terlibat perkelahian.
"Dari masih kecil mah (Taufik) enggak ada temannya, takut lah, orangnya brutal. Jadi udah kelihatan dari kecilnya juga," kata Kusnaedi, dikutip Tribun Bogor, Jumat (26/6/2026).
Ia juga mengungkapkan Taufik kerap berbuat onar sejak usia sekolah.
"Bahkan waktu kecil pas ngaji juga minum obat (obat-obatan terlarang). Udah gede enggak ada yang mau temenan, pada takut, orangnya brutal," ujarnya.
Selain dikenal temperamental, Taufik juga disebut sering terlibat perkelahian dengan teman-teman seusianya.
Menurut Kusnaedi, setiap kali berselisih dengan warga atau teman, Taufik kerap mendapat pembelaan dari orangtuanya, terutama sang ayah.
"Kalau misal berantem sama tetangga, dibelain sama orangtuanya," kata Kusnaedi.
Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan dari Dedi Mulyadi yang menilai pola pengasuhan tersebut dapat memengaruhi pembentukan karakter anak.
Baca juga: Pengakuan YTR Disiksa dan Disekap Taufik saat Harta Rp 52 Juta Habis Dikuras, Dedi Mulyadi: Ya Allah
Kusnaedi menilai sifat keras Taufik membuat anak-anak lain enggan bergaul dengannya.
Ia mengatakan, warga sekitar sudah melihat kecenderungan perilaku kasar Taufik sejak usia dini sehingga banyak anak memilih menjauh.
"Dari kecil juga sudah kelihatan," ujar Kusnaedi.
Sebelumnya, Taufik Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya, YTR. Polisi menangkap Taufik setelah kasus tersebut terungkap ke publik.
Baca juga: Curhatan Taufik Pelaku Penyekapan ke Dadang Mantan Bos, Sebut Pacar Tergila-gila Dengannya
Mantan atasan Taufik Hidayat (30), Dadang Ahyar Ismail (53), menyebut pelaku sempat menceritakan hubungan asmaranya dengan korban YTR (29) sebelum kasus tersebut mencuat.
Sementara itu, kuasa hukum YTR mengungkap adanya dugaan tato yang ada di tubuh korban dibuat karena paksaan.
Setelah peristiwa tersebut viral, Taufik sempat berpindah tempat sebelum akhirnya berhasil diamankan polisi.
Taufik adalah pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya, YTR, perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Taufik mengaku ia dan kekasihnya itu memutuskan mengontrak bersama karena mereka kerap bertengkar.
Menurut pengakuan Taufik, kekasihnya lah yang ingin lebih dulu mengajak mengontrak bersama.
Bahkan, karena saking cintanya kepada Taufik, pelaku mengaku kekasihnya membuat tato di tangan dan dada.
"Menurut pengakuan Taufik Hidayat, hubungan dengan perempuan itu (kekasihnya diduga YTR) sempat tidak baik."
"Kata Taufik Hidayat, perempuan itu sempat berhubungan dengan laki-laki lain, di situ akhirnya Taufik Hidayat cemburu. Akhirnya mereka ngontrak bareng," tutur Dadang, Rabu (24/6/2026), dilansir dari Tribun Jabar.
"Kata pengakuan Taufik Hidayat, yang minta ngontrak bareng itu perempuannya. Bahkan saking ingin bersama dengan Taufik Hidayat, perempuan itu sampai pasang tato. Katanya di tangan dan bahkan di dada," lanjut dia.
Terpisah, kuasa hukum YTR, Januar Solehuddin, mengungkapkan cerita di balik tato di tubuh YTR.
Ia membenarkan Taufik Hidayat memang memaksa YTR untuk membuat tato di tubuhnya.
"Betul, (pembuatan tato itu) dipaksa," ujar Januar saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (25/6/2026).
Lebih lanjut, Januar mengatakan memang ada sejumlah tato di tubuh korban yang tidak tertutup pakaian.
Hal ini diketahuinya berdasarkan pengamatan awal saat pertama kali mendampingi YTR.
Januar menyebut ada tato bertuliskan nama Taufik Hidayat.
Namun, Januar tak bisa memastikan apakah ada tato lain di bagian tubuh korban yang tertutup pakaian.
"Kalau yang saya tahu ya, karena waktu pertama kali datang itu di tangan tatonya tato nama pelaku dan korban."
"Yang saya tahu itu di tangan ya, karena kan semua tertutup ya. Jadi yang saya tahu kan cuma itu aja," ungkap Januar.
"Kalau selebihnya enggak tahu saya, selebihnya enggak tahu. Terus yang tato muka pelaku juga saya belum tahu pasti ya terkait dengan itu."
"Keluarga juga belum cerita soal itu mah ya, karena kita juga enggak mau masuk pada wilayah privasinya," imbuh dia.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com