Hari Ke-11 Tanggap Darurat, Data Rumah Terdampak Gempa di Sigi Bertambah Jadi 3.439 Unit
Regina Goldie June 27, 2026 01:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Memasuki hari ke-11 masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi, Wakil Bupati Sigi yang juga Komandan Satgas Bencana Kabupaten Sigi, Samuel Yansen Pongi, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana, Jumat.(27/6/2026).

Samuel mengatakan, pada hari ke-11 ini Pemerintah Kabupaten Sigi menerima kunjungan kerja Wakil Ketua MPR RI Abcandra Akbar Supratman bersama jajaran pemerintah pusat. 

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung lokasi terdampak gempa sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban.

“Bantuan yang diserahkan tidak hanya berupa paket sembako, tetapi juga santunan bagi para korban gempa,” kata Samuel.

Ia menjelaskan, korban luka ringan menerima bantuan sebesar Rp2 juta, korban luka berat memperoleh Rp5 juta, sedangkan ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp15 juta.

Baca juga: Environmental Fest II di Palu Jadi Ajang Edukasi Perubahan Iklim, Ini Pesan DLH Sulteng

Berdasarkan data terbaru Satgas Bencana Kabupaten Sigi, jumlah korban jiwa masih tetap 3 orang meninggal dunia, 78 orang mengalami luka ringan, dan 14 orang luka berat. Hingga saat ini masih terdapat 3 korban luka berat yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Samuel mengatakan, pemerintah daerah berencana mengunjungi para korban yang masih dirawat di rumah sakit untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

Sementara itu, jumlah warga terdampak gempa kini mencapai 9.633 jiwa atau sekitar 4.009 kepala keluarga.

Di sektor permukiman, hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah rumah terdampak mengalami peningkatan menjadi 3.439 unit. 

Rinciannya terdiri dari 1.989 rumah rusak ringan, 1.191 rumah rusak sedang, dan 280 rumah rusak berat.

Menurut Samuel, penambahan data tersebut terjadi karena adanya laporan kerusakan dari wilayah yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan, termasuk dari Desa Dolo, Kecamatan Dolo.

Baca juga: Satreskrim Polres Morut Ungkap Pembunuhan Petani di Desa Era, Pelaku Ditangkap Usai Buron ke Sultra

“Data terus bergerak karena tim asesmen masih bekerja di lapangan. Ada desa yang baru menyampaikan hasil pendataannya sehingga jumlah rumah terdampak mengalami penambahan,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan aktivitas seismik menunjukkan kondisi yang mulai membaik. Hingga hari ke-11, jumlah gempa susulan masih tercatat 1.378 kali dan tidak terjadi penambahan gempa susulan sepanjang hari tersebut.

“Kita bersyukur hari ini tidak ada gempa susulan lagi. Semoga kondisi ini terus membaik sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih tenang,” ucap Samuel.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat. Sebanyak 50 unit huntara tahap pertama saat ini masih dalam proses pembangunan.

Samuel berharap pembangunan huntara bagi 50 kepala keluarga penerima tahap pertama dapat segera diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.

Sebelum dilanjutkan dengan pembangunan bagi warga lainnya yang masih menunggu hasil asesmen dan penetapan melalui surat keputusan (SK) tahap berikutnya.

Baca juga: Dukung Penolakan LGBT, DPRD Sulteng Bakal Bentuk Perda dan Sanksi Penyimpangan Seksual

Ia juga mengimbau masyarakat penerima bantuan huntara agar segera membersihkan dan menyiapkan lahan sehingga proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan ketika material dan tenaga pelaksana tiba di lokasi.

“Pemerintah terus berupaya mempercepat seluruh proses penanganan, mulai dari pendataan, asesmen, hingga pembangunan huntara. Kami berharap seluruh masyarakat tetap bergotong royong dan saling mendukung agar Kabupaten Sigi dapat segera pulih dari bencana ini,” tutup Samuel. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.