Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 920 Orang, Kini Diguncang Lagi Gempa M4,7
Ariestia June 27, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jumlah korban akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah.

Demikian dikatakan Jorge Rodriguez, pemimpin Majelis Nasional, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat waktu setempat.

Sementara itu, sedikitnya 3.300 orang lainnya terluka.

Di tengah upaya penanganan dampak bencana yang telah menewaskan ratusan orang, negara itu kembali diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,7 pada Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (27/6/2026) pukul 05.16 WIB.

Belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa terbaru tersebut.

Berdasarkan data gempa real-time dari situs U.S. Geological Survey (USGS), pusat gempa berada 54 kilometer di utara El Limon dengan kedalaman 10 kilometer.

Sementara itu, dampak gempa kembar yang berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda Venezuela pada Rabu malam sebelumnya masih terus ditangani.

Salah satu gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari seabad, dan skala penuh kerusakan belum segera jelas pada Kamis pagi.

Presiden Delcy Rodríguez telah mengumumkan jumlah awal korban jiwa dan luka-luka di televisi, tetapi mencatat bahwa angka tersebut tidak termasuk negara bagian La Guaira yang paling parah terkena dampak, di mana puluhan bangunan runtuh.

Di Caracas, ibu kota Venezuela, bangunan-bangunan berguncang dan roboh, dan orang-orang berhamburan ke jalanan.

Beberapa lingkungan di Caracas mengalami pemadaman listrik, sementara layanan kereta bawah tanah dan kereta api dihentikan. Beberapa jalan tergenang air akibat pipa air yang pecah.

Presiden menyatakan keadaan darurat, menyerukan para dokter dan perawat untuk melapor ke tempat kerja mereka.

Ia kemudian mengatakan bahwa hotel dan tempat penampungan tersedia bagi mereka yang rumahnya hancur atau rusak dan mendesak masyarakat untuk memberi tahu pemerintah tentang orang-orang yang hilang.

Sekitar 1.400 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 13 rumah sakit.

Rumah sakit kewalahan menangani korban luka dan korban meninggal.

Sebuah rumah sakit di La Guaira, negara bagian yang paling parah terdampak, beroperasi tanpa air mengalir sehingga staf terpaksa mencuci tangan dan membersihkan lantai yang berlumuran darah menggunakan air yang disimpan serta cairan infus, kata seorang dokter.

Skala Gempa

Menurut Did You Feel It? (DYFI), gempa terbaru Jumat berada pada Level IV.

Did You Feel It? (DYFI) adalah sistem laporan gempa USGS berbasis partisipasi publik yang mengumpulkan pengalaman masyarakat yang merasakan gempa untuk membuat peta intensitas guncangan secara cepat.

DYFI kemudian mengonversi laporan publik tersebut ke dalam Modified Mercalli Intensity (MMI) untuk menghasilkan peta intensitas guncangan.

MMI terdiri dari 12 tingkatan (I–XII), mulai dari tidak terasa sama sekali hingga kehancuran total.

Berikut tingkatan intensitas DYFI berdasarkan Skala MMI:

Level I: Tidak terasa, hanya tercatat oleh instrumen seismik.
Level II: Terasa oleh sedikit orang, terutama di lantai atas bangunan.
Level III: Terasa jelas di dalam ruangan, tetapi tidak di luar; benda ringan bergoyang.
Level IV: Terasa oleh banyak orang di dalam ruangan; jendela bergetar dan piring bergoyang.
Level V: Terasa oleh hampir semua orang; benda-benda kecil bergeser dan pintu berderak.
Level VI: Terasa oleh semua orang; benda-benda jatuh dan terjadi kerusakan ringan pada bangunan.
Level VII: Sulit berdiri; terjadi kerusakan sedang pada bangunan yang lemah.
Level VIII: Kerusakan besar pada bangunan biasa; dinding retak dan monumen bergeser.
Level IX: Bangunan bergeser dari pondasi; terjadi kerusakan serius.
Level X: Bangunan kayu hancur; tanah retak dan terjadi longsor kecil.
Level XI: Kerusakan hampir total; rel kereta bengkok dan tanah bergeser secara signifikan.
Level XII: Kehancuran total; terjadi perubahan besar pada permukaan tanah.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.