TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Beredar rekaman video ungkapan kekecewaan dari salah satu orangtua siswa yang tak lolos masuk ke SMA Negeri 1 Lubuklinggau pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam video berdurasi satu menit lebih itu, Uswatun Hasanah, wali murid yang anaknya tidak lolos di SMA Negeri 1 Lubuklinggau menyebut adanya dugaan permintaan uang sebesar Rp8 juta hingga Rp10 juta agar calon siswa dapat diterima di sekolah tersebut.
"Kalau tidak ada uang Rp8-10 juta tidak bisa masuk sekolah ini," ujarnya seperti dikutip dalam unggahan viral Facebook Info Kriminal Linggau, Sabtu (27/6/2026).
Ia juga mengaku kecewa karena meski rumahnya berjarak kurang dari 200 meter dari sekolah, anaknya tetap tidak diterima.
"Padahal jarak rumah dengan sekolah hanya 200 meter," ungkapnya.
Melalui video yang viral tersebut, orang tua calon siswa itu berharap Wali Kota Lubuklinggau dapat turun tangan dan menindak tegas apabila benar terdapat oknum yang melakukan praktik yang mencoreng dunia pendidikan.
Saat dikonfirmasi, pemilik akun atas nama Uswatun Hasanah tersebut belum memberikan respons atas unggahannya tersebut.
Termasuk, pihak SMA Negeri 1 Lubuklinggau maupun instansi terkait juga belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Lubuklinggau, Armein Ramdhani, menyampaikan telah mendapat informasi terkait dugaan pungli di SMA 1 Kota Lubuklinggau tersebut.
"Untuk informasi dugaan pungli itu kita sudah dapat informasinya, tindakan ke depan kita akan melakukan telaah," ungkapnya.
Bahkan, bisa jadi jika memang banyak laporan, akan dilakukan pemanggilan kepada pihak sekolah untuk dilakukan klarifikasi.
"Tergantung nanti hasil telaah, bisa jadi kita lakukan pemanggilan," ujarnya.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com