5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latihan, Ada Apa?
Mesya Marasabessy June 27, 2026 02:45 PM

TRIBUNAMBON.COM - Lima orang calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meninggal dunia.

Para korban meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia dalam keterangan pers di Balai Media Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ketut Gede mengatakan, Kementerian Pertahanan sudah melakukan penanganan medis secara sesuai prosedur.

Terkait musibah tersebut, Kementerian Pertahanan menyampaikan bela sungkawa terhadap korban-korban jiwa yang meninggal dunia dalam pelatihan kali ini.

Baca juga: Timnas Idolanya Melaju ke 32 Besar, Brigjen Pol. Imam Thobroni Menuju Mabes Polri

Baca juga: Terbatasnya Stok Picu Kenaikan Harga Cabai Keriting di Pasar Binaiya Masohi

Rifki adalah salah satu peserta Program SPPI KDKMP Tahun 2026 yang sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465.

Dia menjelaskan almarhum mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan pada Kamis (25/6/2026).

Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, lanjut dia, Rifki sempat kembali mengikuti aktivitas. 

Namun, pada sore hari kondisi kesehatannya kembali menurun sehingga segera dirujuk ke RSAU dr Esnawan Antariksa untuk memperoleh penanganan medis lanjutan.

"Setelah dirujuk ke rumah sakit, almarhum segera mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU)," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait  saat dikonfirmasi Tribunnews.com pada Jumat (26/6/2026).

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," lanjut dia.

Sebelum mengikuti program, almarhum Rifki telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan.

Dia menerangkan Kementerian Pertahanan bersama penyelenggara pendidikan telah memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum, termasuk pengantaran jenazah ke daerah asal serta membantu pemenuhan hak-hak peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Tiga korban sebelumnya adalah:

  • Yonanda Muhammad Taufiq: Peserta Latsarmil di Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan, meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung.
  • Anisa Muyassaroh: Peserta Latsarmil di Dodikjur Rindam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal akibat heat stroke atau sengatan panas ekstrem.
  • Novia Rahmadhani Sihotang: Peserta Latsarmil di Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta, meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan tuberkulosis (TB).(*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.