TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana khidmat, namun tegang menyelimuti prosesi akad nikah pasangan Hilda (30) dan Suntoro (57), pada acara Nikah Massal dalam rangka Nikah Fest 2026 di Smesco Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Tangan Suntoro terlihat gemetar, sementara wajahnya memancarkan ketegangan saat bersalaman dengan wali nikah.
Tampak keringat dingin membasahi tubuhnya ketika ijab kabul dimulai.
Suntoro bahkan sempat dibisikkan saat mengucapkan ijab kabul karena rasa grogi yang dirasakannya.
Senyumnya merekah saat para saksi menyatakan bahwa ijab kabul tersebut sah.
Baca juga: Bamsoet Apresiasi Nikah Massal & Bazar UMKM 2025 oleh Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD
Suntoro mengaku grogi, karena baru pertama kali menjalani prosesi pernikahan.
"Iya, baru sekali," kata Suntoro.
Bagi Suntoro dan Hilda, pernikahan ini merupakan yang pertama kali baginya.
Mereka mengaku sama-sama gugup saat prosesi akad nikah berlangsung.
"Deg-degan aja sih tadi. Baru sekali juga," ujar Hilda.
Meski begitu, rasa gugup itu berubah menjadi kebahagiaan setelah resmi menjadi pasangan suami istri.
Hilda mengaku bersyukur bisa menikah dengan orang yang sudah dikenalnya sejak lama. Keduanya selama ini bertetangga Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.
"Bahagia banget, senang, apalagi dapat orang dekat, tetangga," katanya.
Keduanya tinggal di RT yang berbeda. Proses perkenalan keduanya dipertemukan oleh kakak Suntoro.
"Dikenalin sama kakaknya, ini calonnya," kata Hilda.
Usai resmi menikah, Suntoro berharap rumah tangga yang dibangunnya bersama Hilda dapat berjalan harmonis.
"Bahagia aja," ucapnya.
Kementerian Agama menggelar Nikah Massal dalam rangka Nikah Fest 2026 yang dilaksanakan di Smesco Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i mengatakan dari total 50 pasangan, sebanyak 31 pasangan melangsungkan akad nikah di lokasi acara, sedangkan 19 pasangan lainnya menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).
"Totalnya tadi ada 50, tapi yang 19 dilaksanakan di KUA-KUA, di sini tadi 31 pasangan. Luar biasa," ujar Romo Syafi'i seusai acara nikah massal.
Para peserta juga mendapatkan kemudahan mengakses program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah murah dengan cicilan sekitar Rp 500 ribu per bulan.