Perjalanan Mimpi Tanjung Verde Berlanjut, Jadi Negara Terkecil yang Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia
Aurora Nightingale June 27, 2026 02:58 PM

Houston | Tanjung Verde menuntaskan perjalanan yang tak terduga di babak penyisihan grup dengan hasil imbang ketiga berturut-turut di Piala Dunia, memastikan diri menjadi negara terkecil yang lolos ke babak gugur setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada Jumat malam.

Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika ini, yang baru pertama kali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia, sebelumnya sudah menahan juara Piala Dunia 2010, Spanyol, dengan skor 0-0 dan kemudian bangkit dari ketertinggalan untuk meraih hasil imbang 2-2 melawan Uruguay.

Tiga poin yang dikumpulkan Tanjung Verde menempatkan mereka di posisi kedua di belakang Spanyol, yang mengalahkan Uruguay pada Jumat malam dan keluar sebagai juara grup.

Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan Piala Dunia, Argentina, di Miami pada 3 Juli mendatang.

Mengakhiri tiga pertandingan grup dengan hasil imbang tidak selalu menjamin kelolosan di turnamen besar sepak bola. Namun beberapa tim pernah melakukannya, termasuk Wales pada tahun 1958, Irlandia dan Belanda pada tahun 1990, serta Chile pada tahun 1998. Selandia Baru juga mencatat tiga hasil imbang di Piala Dunia 2010, tetapi gagal melaju.

Menjelang pertandingan, pelatih Tanjung Verde, Bubista, mengatakan, “setiap orang berhak bermimpi dan tidak ada yang mustahil.” Ucapan itu terbukti benar ketika Hiu Biru berhasil menembus batas yang tampaknya mustahil, membawa negara berpenduduk sedikit lebih dari 500.000 jiwa itu ke babak 32 besar.

Seorang wanita dengan wajah yang dicat menyerupai bendera kepulauan tersebut tampak memegang papan bertuliskan, “Pulau Kecil, Mimpi Besar.” Sebuah mimpi yang kini menjadi kenyataan bagi tim kuda hitam ini, yang terus melanjutkan perjalanan ajaib mereka di panggung dunia.

Keberhasilan itu tidak lepas dari penampilan gemilang penjaga gawang berusia 40 tahun, Vozinha, yang menjadi bintang dalam turnamen ini dan kini memiliki lebih dari 16 juta pengikut di Instagram.

Ia melakukan penyelamatan penting pada masa tambahan waktu babak pertama, menangkap sundulan Mohamed Kanno untuk menjaga gawang Tanjung Verde tetap aman. Penyelamatan lainnya terjadi pada menit ke-66 ketika ia melompat untuk menepis tembakan Mohammed Abu Al-Shamat.

Penyelamatan ketiga datang pada menit ke-92 ketika ia berhasil menghentikan tembakan Abdullah Al-Hamdan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.