Kumpulan Doa Kesembuhan dari Rasulullah SAW dan Nabi Ayyub AS, Lengkap Bacaan Arab, Latin, Arti
M Zulkodri June 27, 2026 03:38 PM

 

BANGKAPOS.COM--Saat menghadapi sakit atau musibah, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya berikhtiar melalui pengobatan medis, tetapi juga memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, doa merupakan bentuk penghambaan sekaligus pengakuan bahwa hanya Allah Yang Maha Menyembuhkan segala penyakit.

Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa kesembuhan yang dapat diamalkan ketika diri sendiri, keluarga, maupun kerabat sedang sakit.

Selain itu, terdapat pula doa Nabi Ayyub AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai teladan kesabaran ketika menghadapi ujian penyakit.

Berikut kumpulan doa kesembuhan lengkap beserta bacaan Arab, latin, arti, hingga adab berdoa agar lebih mustajab.

1. Doa Kesembuhan yang Dibaca Rasulullah SAW

Doa ini diriwayatkan sering dibaca Rasulullah SAW saat menjenguk orang sakit maupun memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

Bacaan Arab

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin

Allahumma rabbannāsi adzhibil ba'sa isyfi anta asy-syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka, syifā'an lā yugādiru saqaman.

Arti

"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkau adalah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit."

2. Doa Nabi Ayyub AS Memohon Kesembuhan

Doa ini terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 83. Nabi Ayyub AS membacanya ketika menghadapi ujian penyakit yang sangat berat namun tetap bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT.

Bacaan Arab

رَبِّ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Latin

Rabbi annī massaniyadh dhurru wa anta arhamur rāhimīn.

Arti

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."

3. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat

Selain meminta kesembuhan, umat Islam juga dianjurkan memohon kesehatan, keberkahan, dan keselamatan hidup.

Bacaan Arab

اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

Latin

Allahumma innā nas'aluka salāmatan fid-dīn, wa 'āfiyatan fil jasad, wa ziyādatan fil 'ilm, wa barakatan fir rizq, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan 'indal maut, wa maghfiratan ba'dal maut.

Arti

"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum maut, rahmat saat maut, dan ampunan setelah maut."

4. Doa Tauhid Penolak Bala

Doa ini berisi kalimat tauhid yang dianjurkan untuk memperbanyak zikir sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Bacaan Arab

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin

Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamd, yuhyī wa yumīt, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.

Arti

"Tidak ada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

5. Doa Berlindung dari Bala dan Musibah

Doa yang diriwayatkan dalam hadis sahih ini dipanjatkan agar dijauhkan dari berbagai bentuk musibah dan kesengsaraan.

Bacaan Arab

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Latin

Allahumma innī a'ūdzu bika min jahdil balā', wa darakis syaqā', wa sū'il qadā', wa syamātatil a'dā'.

Arti
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya bencana, kesengsaraan, buruknya takdir, dan kegembiraan musuh-musuh."

(HR. Bukhari dan Muslim).

Adab Agar Doa Lebih Mustajab

Selain membaca doa, Islam juga mengajarkan adab ketika memohon kepada Allah SWT, di antaranya:

  • Menghadap kiblat saat berdoa.
  • Memulai doa dengan membaca hamdalah, istighfar, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Berdoa dengan penuh kekhusyukan dan suara yang lembut.
  • Yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa sesuai kehendak-Nya.
  • Tidak tergesa-gesa meminta jawaban atas doa.

Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa

Ulama juga menganjurkan memperbanyak doa pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan, yaitu:

  • Sepertiga malam terakhir.
  • Antara azan dan iqamah.
  • Setelah salat fardu.
  • Hari Jumat, terutama pada waktu yang mustajab.
  • Saat hujan turun.
  • Setelah khatam Al-Qur'an.

Sementara itu, beberapa tempat yang dikenal sebagai lokasi mustajab untuk berdoa antara lain Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, serta masjid dan musala.

Dengan memperbanyak doa, berikhtiar melalui pengobatan, serta bersabar menghadapi ujian, seorang muslim diharapkan memperoleh ketenangan hati dan senantiasa berharap kepada Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Menyembuhkan.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, mengangkat segala penyakit, serta melimpahkan keselamatan kepada seluruh umat Islam. Aamiin.(*)

(Bangkapos.com/Zulkodri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.