Kenali Sekolah Vokasi UGM, Cagar Budaya sekaligus Tempat Meraih Cita-cita
Muhammad Fatoni June 27, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM – Tak hanya terdiri dari fakultas akademik sarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menghadirkan Sekolah Vokasi.

Sekolah Vokasi merupakan bagian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berfokus untuk menyelenggarakan program pendidikan vokasi.

Saat ini, program pendidikan vokasi UGM berada pada jenjang Sarjana Terapan atau Diploma IV.

Kurikulum yang diterapkan memiliki komposisi pembelajaran sekitar 60 persen praktik dan 40 persen teori, dengan harapan mahasiswa memiliki pengalaman langsung dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri setelah lulus nanti.

Saat ini, Sekolah Vokasi UGM terdiri dari 8 departemen dan 24 program studi (sarjana terapan dan magister terapan).

Sejarah

Dilansir dari laman resmi sv.ugm.ac.id, pendidikan vokasi di UGM sudah dimulai sejak tahun 1976–1977 ketika UGM mendirikan Pendidikan Ahli Teknik (PAT) di bawah Fakultas Teknik dan Pendidikan Ahli Administrasi (PAAP) di bawah Fakultas Ekonomi.

Kedua program tersebut kemudian mengalami beberapa kali perubahan tata kelola, termasuk dipindahkan ke fakultas nongelar dan dikembalikan lagi ke fakultas induknya pada tahun 1992.

Program-program diploma inilah yang menjadi awal mula berdirinya Sekolah Vokasi UGM.

Pada tahun 2009, UGM secara resmi membentuk Sekolah Vokasi sebagai wadah yang mengintegrasikan seluruh program pendidikan diploma di lingkungan universitas.

Pembentukan ini memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan dunia kerja.

Sejak dibentuknya, Sekolah Vokasi terus berkembang, mulai dari penambahan program studi hingga transformasi dari jenjang Diploma III menuju Sarjana Terapan (Diploma IV).

Baca juga: Cerita Syahla, Putri Pengemudi Ojek Daring yang Bisa Kuliah Gratis di UGM

Gedung kuliah legendaris

Selain Gedung Pusat atau Balairung UGM, gedung perkuliahan Sekolah Vokasi juga merupakan salah satu proyek pembangunan pertama Pemerintah Republik Indonesia setelah kemerdekaan.

Bangunan ini diresmikan langsung oleh Presiden pertama sekaligus Proklamator, Ir. Soekarno, pada 19 Desember 1959.

Perkuliahan di Cagar Budaya

Perkuliahan SV UGM diselenggarakan di Kompleks Pantja Dharma Universitas Gadjah Mada.

Kompleks Pantja Dharma merupakan memiliki nilai Sejarah dan budaya yang penting.

Kompleks ini bermakna lima ajaran atau lima ilmu pengetahuan yang merepresentasikan semangat pendidikan, tujuan utama dari kompleks ini.

Kompleks ini terdiri atas lima gedung cagar budaya, yaitu:

  1. Iso Reksohadiprodjo (nama ahli ekonomi pertanian pertama di Indonesia);
  2. Herman Yohanes (nama rektor kedua Universitas Gadjah Mada);
  3. Soeparwi (nama tokoh perintis pendidikan kedokteran hewan di Indonesia serta dekan pertama Fakultas Kedokteran Hewan UGM);
  4. Tjahjono Adi (inisiator sekaligus Ketua Pendidikan Ahli Teknik pertama Universitas Gadjah Mada);
  5. Perpustakan Sekolah Vokasi.

Kelima gedung cagar budaya ini digunakan sebagai gedung kuliah hingga hari ini.

Memiliki Teaching Industry Learning Center (TILC)

TILC SV UGM berlokasi tak jauh dari Komplek Pantja Dharma UGM.

TILC SV UGM merupakan pusat pengembangan dan pendampingan teori bagi mahasiswa Sekolah Vokasi UGM.

Dilansir dari laman resmi sv.ugm.ac.id, kegiatan di gedung TILC didukung oleh berbagai Pusat Unggulan (Center of Excellence) yang berfokus pada berbagai bidang industri, seperti:

1. CoE Industrial Product Design and Development (CoE IPD)

Pusat ini berfokus pada transformasi hasil riset menjadi produk dan layanan yang dapat diwujudkan.

2. CoE Smart and Green Building Information (CoE SAGEBIM)

Pusat ini berfokus pada penerapan inovasi teknologi dalam industri konstruksi.

3. CoE Creative Industry

Pusat ini berfokus pada penciptaan dan pengembangan karya film serta permainan sebagai medium ekspresi artistik, refleksi budaya, serta praktik professional.

4. CoE Business Development Center (CoE BD)

Pusat ini berfokus pada pengembangan bisnis dan ekonomi kreatif.

5. CoE Smart System and Innovation Center

Pusat ini berfokus pada inovasi teknologi yang selalu berkembang.

6. CoE Cultural & Tourism Center

Pusat ini berfokus pada pengembangan budaya dan pariwisata berbasis pengetahuan, riset, dan data.

7. CoE Agro Technology and Halal Study Center

Pusat ini berfokus pada pengembangan riset, pengujian, dan pendampingan di bidang agro kompleks dan kehalalan produk.

Nah, itu dia pengenalan singkat tentang Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.

Apakah Tribunners tertarik untuk bergabung?

(MG Hasna Aulia Syafitri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.