TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya foto yang diduga memperlihatkan bagian tubuh penuh luka milik YTR (29), wanita korban penyekapan biadab tiga tahun di Cileunyi, Bandung, Jawa Barat.
Kuasa hukum korban, Januar Solehuddin, membenarkan eksistensi tato bermotif ukiran nama tersangka Taufik Hidayat (TH) di tubuh kliennya.
Dia juga sembari mengungkap fakta pilu bahwa rajahan tersebut diukir paksa di bawah ancaman kekerasan pelaku.
"Betul, (pembuatan tato itu) dipaksa," ujarnya saat dikonfirmasi.
Januar menjelaskan, saat awal pertama kali mendampingi korban, dirinya hanya melihat tato yang berada di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian.
Menurutnya, tato tersebut berupa ukiran nama pelaku dan korban.
"Kalau saya tahu, waktu pertama kali ke sana itu, tatonya nama pelaku dan korban. Yang saya tahu itu di tangan, karena semua tertutup. Jadi yang saya tahu cuma tato itu saja," ucapnya.
Terkait foto yang beredar dan isu, korban juga dipaksa membuat tato bergambar wajah pelaku di bagian tubuh lain, Januar mengakui dirinya belum dapat memastikan kebenarannya tersebut.
"Kalau selebihnya enggak tahu. Terus yang tato muka pelaku juga saya belum tahu pasti, terkait dengan itu. Keluarga juga belum cerita soal itu, karena kita juga enggak mau masuk pada wilayah privasinya," katanya.
Pelarian TH berakhir usai polisi mendeteksi aktivitas transaksinya di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung pada Selasa 23 Juni 2026.
Dirinya kemudian berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum.
Di tengah penyelidikan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29), sejumlah cerita mengenai hubungan korban dengan Taufik Hidayat (30) mulai bermunculan.
Salah satunya disampaikan mantan atasan Taufik Hidayat, Dadang Ahyar Ismail (53).
Menurutnya, selama bekerja bersama pada periode 2023 hingga 2024, Taufik Hidayat beberapa kali bercerita mengenai seorang perempuan.
Diduga sosok perempuan tersebut yaitu YTR yang merupakan kekasihnya.
"Dia memang kerja bareng saya itu 2023 sampai 2024. Pertama 2023 di Baleendah, lalu pindah 2024 di Pacet."
"Tapi 2025, dia kerja di tempat lain. Saya tidak tahu," ujarnya kepada Tribun Jabar, Rabu (24/6/2026).
Meski demikian, Dadang mengaku pernah mendengar cerita Taufik Hidayat mengenai seorang perempuan yang disebut sebagai pacarnya.
Menurut pengakuan Taufik Hidayat saat itu, perempuan tersebut pernah bekerja di Kota Bandung.
Dalam sejumlah kesempatan itu juga, kata Dadang, Taufik Hidayat sempat bercerita mengenai dinamika hubungannya dengan perempuan tersebut.
Salah satunya terkait rasa cemburu yang muncul karena adanya pria lain.
"Menurut pengakuan Taufik Hidayat, hubungan dengan perempuan itu sempat tidak baik. Kata Taufik Hidayat, perempuan itu sempat berhubungan dengan laki-laki lain, di situ akhirnya Taufik Hidayat cemburu. Akhirnya mereka ngontrak bareng," katanya.
Meskipun mengetahui Taufik Hidayat dengan sosok perempuan tersebut tinggal bersama, Dadang saat itu menanyakan dimana mereka tinggal.
Sebab saat itu tidak ada kecurigaan atau kejanggalan terkait penganiayaan.
"Kata pengakuan Taufik Hidayat, yang minta ngontrak bareng itu perempuannya. Bahkan saking ingin bersama dengan Taufik Hidayat, perempuan itu sampai pasang tato. Katanya di tangan dan bahkan di dada," ucapnya.(*)