Jelang Rekonstruksi Wajah Korban Penyekapan di Bandung, RSHS Perketat Besuk ke Yuvita
Vivi Febrianti June 27, 2026 05:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akan membatasi kunjungan terhadap YTR, korban penyekapan dan penganiayaan berat yang diduga dilakukan Taufik Hidayat.

Direktur Utama RSHS Bandung, dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan, saat ini 

YTR akan menjalani persiapan rekonstruksi wajah yang rusak akibat kekerasan yang dialaminya.

 Dikatakan Rachim, saat ini fokus penanganan medis masih pada pembersihan infeksi, sebelum tahapan rekonstruksi wajah dapat dilakukan oleh tim dokter bedah plastik.

"Sampai saat ini dan mungkin beberapa hari ke depan, akan memperketat tidak boleh dijenguk. Karena yang datang nanti akan membawa kuman," ujar Rachim, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, kondisi steril menjadi syarat utama agar proses rekonstruksi wajah dapat berjalan optimal. Kehadiran pengunjung dikhawatirkan meningkatkan risiko infeksi yang dapat menghambat proses penyembuhan korban.

"Karena kalau ada infeksi, pasti tidak akan bisa sembuh," katanya.

Rachim menjelaskan, rekonstruksi wajah YTR akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung lebih dari tiga bulan. Penanganan tersebut, difokuskan untuk memperbaiki sejumlah bagian wajah yang mengalami kerusakan serius.

Baca juga: Emosi Saat Lihat Taufik Hidayat, Menteri PPPA: Saya Agak Terganggu Sedikit Melihat Pelaku

 "Itu kurang lebih lebih dari 3 bulan, kami akan bertahap melakukan rekonstruksi di wajah ini. Karena dari mulai mulut, hidung, pipi ya," ucapnya.

Meski demikian, Rachim mengakui hasil rekonstruksi nantinya tidak mudah mengembalikan kondisi wajah korban seperti semula. Namun, tim dokter akan berupaya memberikan penanganan terbaik.

"Yang paling berat adalah di bagian wajah, dan ini direncanakan bertahap, namanya rekonstruksi ya. Jadi bukan kecantikan, ini adalah mengembalikan, rekonstruksi itu supaya bisa lagi mendekatilah. Kalau sempurna, sangat-sangat sulit," katanya.

Untuk menangani YTR, RSHS telah membentuk tim khusus yang terdiri dari 40 tenaga medis lintas disiplin. Tim tersebut melibatkan dokter penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, psikiater hingga ahli gizi.

"Hasan Sadikin sudah membentuk 40 orang tim untuk menangani ibu (YTR) ini," ucapnya.

Sebelum memasuki tahap rekonstruksi, tim dokter akan memastikan seluruh infeksi yang dialami korban dapat ditangani terlebih dahulu agar proses pemulihan berjalan maksimal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.