Pemadaman Listrik Bergilir di Palangka Raya Berdampak ke Usaha Hidroponik, Andalkan Mesin Genset
Sri Mariati June 27, 2026 06:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir yang berulang dalam beberapa hari terakhir di Kota Palangka Raya berdampak terhadap aktivitas pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.  

Salah satunya dialami usaha kebun hidroponik di Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, yang harus mengandalkan mesin genset hingga aki mobil agar sistem budidaya tanaman tetap berjalan saat aliran listrik terputus. 

Pemilik kebun hidroponik, Adiyat, mengatakan usaha yang dikelolanya bergantung sepenuhnya pada pasokan listrik PLN. Listrik dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa sirkulasi air dan berbagai sistem pendukung lainnya agar tanaman tetap tumbuh dengan baik. 

"Pemadaman listrik bergilir tentu sangat berdampak bagi usaha kebun hidroponik kami yang 100 persen bergantung pada pasokan listrik dari PLN. Terlebih, pemadaman terjadi sejak Kamis siang, yaitu pada waktu tanaman menghadapi tekanan panas tertinggi," ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Sabtu (27/6/2026). 

Menurut Adiyat, setiap kali pemadaman terjadi, aliran listrik dapat terputus selama sekitar tiga hingga empat jam. Selama itu pula, dirinya harus bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan pemadaman susulan agar tanaman tidak mengalami gangguan. 

Untuk menjaga sistem budidaya tetap berjalan, ia mengoperasikan genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, karena memiliki dua lokasi kebun dan salah satu genset mengalami kerusakan, lokasi lainnya terpaksa memanfaatkan aki mobil yang disambungkan melalui inverter dengan mesin mobil tetap menyala sebagai sumber listrik darurat. 

Dari dokumentasi yang dibagikan kepada Tribunkalteng.com, terlihat sebuah mobil diparkir di depan instalasi hidroponik dengan kap mesin terbuka. Kabel dari inverter disambungkan menuju instalasi listrik kebun untuk memasok daya sementara sehingga pompa sirkulasi air tetap dapat beroperasi selama pemadaman berlangsung. 

Meski demikian, daya cadangan tersebut hanya cukup untuk menghidupkan pompa sirkulasi air. Sementara sejumlah peralatan penting lainnya, seperti water chiller, aerator, dan blower, terpaksa dimatikan karena keterbatasan daya. 

"Daya cadangan yang tersedia hanya cukup untuk mengoperasikan pompa sirkulasi air. Sementara itu, sistem pendukung seperti water chiller, aerator dan blower terpaksa dimatikan. Kondisi ini membuat tanaman mengalami stres dan dapat mengganggu pertumbuhan serta kualitas hasil. Beban operasional juga naik," jelasnya. 

Tak hanya di Palangka Raya, kebun hidroponik miliknya di Muara Teweh juga turut mengalami pemadaman listrik bergilir. Karena lokasi tersebut belum memiliki sumber listrik cadangan, tanaman terpaksa disiram secara manual selama aliran listrik terputus. 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku usaha sulit memprediksi operasional harian. Selain harus menyiapkan sumber listrik alternatif, biaya operasional juga meningkat akibat penggunaan genset dan sumber listrik darurat agar tanaman tetap mendapatkan sirkulasi air. 

Baca juga: Kapan Pemadaman Listrik di Palangka Raya dan Sekitarnya Selesai? DPRD Kalteng Sebut Tak Masuk Akal

Baca juga: PLN Terapkan Pemadaman Listrik Bergilir di Kalteng, Pemulihan Terus Diupayakan

Ia berharap pasokan listrik dapat segera kembali stabil sehingga aktivitas usaha yang bergantung pada listrik tidak lagi terganggu. 

"Semoga situasi ini segera membaik. Semoga permasalahan ini bisa segera teratasi agar pasokan listrik kembali stabil," katanya. 

Sebelumnya, PLN menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan akibat gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang menyebabkan penurunan pasokan daya sehingga dilakukan pengaturan beban di sejumlah wilayah. 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.