TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan kiper Timnas Uruguay, Fernando Muslera di Piala Dunia berakhir dengan cara yang sulit dibayangkan.
Kiper yang pernah menjadi pahlawan Uruguay pada edisi 2010 itu kini justru dikenang sebagai sosok yang mengiringi tersingkirnya La Celeste dari Piala Dunia 2026.
Blunder demi blunder yang dilakukan Muslera mencapai puncaknya saat Uruguay kalah 0-1 dari Spanyol pada laga terakhir Grup H.
Kesalahan fatalnya membuat Uruguay gagal lolos ke babak 32 besar, sekaligus menutup kampanye yang penuh kekecewaan.
Football enthusiast asal Semarang, Gigih W, menilai tekanan sebenarnya sudah membayangi Uruguay bahkan sebelum Piala Dunia dimulai.
"Ngomongin Uruguay tak bisa lepas dari Marcelo Bielsa. Tekanan itu sudah ada ketika Uruguay kalah 5-1 dari Amerika Serikat di laga uji coba."
"Tekanannya luar biasa, bahkan Marcelo Bielsa sempat diminta mundur," ujar Gigih dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Menurutnya, sosok Bielsa memang selalu menjadi pusat perhatian. Ketika hasil buruk datang, seluruh keputusan pelatih asal Argentina itu otomatis ikut dipertanyakan.
Baca juga: Transformasi Besar ala Bielsa Gagal, Uruguay Sendirian Coreng CONMEBOL di Piala Dunia 2026
Uruguay sebenarnya tampil disiplin saat menghadapi Spanyol. Mereka sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk bisa lolos ke fase gugur.
Selama hampir 40 menit pertama, mereka mampu meredam serangan La Roja dan hanya memberikan sedikit peluang kepada lawan.
Bahkan Darwin Nunez sempat memperoleh kesempatan emas untuk membawa Uruguay unggul. Namun peluang tersebut gagal dimanfaatkan.
Petaka datang pada menit ke-42. Alex Baena melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti.
Muslera sebenarnya sudah menempatkan kedua tangannya tepat di jalur bola, tetapi justru gagal menangkapnya dengan sempurna. Bola memantul dari tangannya sendiri sebelum akhirnya masuk ke gawang.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan sekaligus memastikan langkah Uruguay terhenti di fase grup.
Yang membuat malam itu semakin menyakitkan, Muslera akhirnya meminta diganti saat jeda babak pertama.
Pelatih Marcelo Bielsa kemudian memasukkan Sergio Rochet untuk mengawal gawang Uruguay pada babak kedua.
"Dia sendiri yang memutuskan untuk keluar," kata Bielsa seusai pertandingan.
Pergantian kiper karena alasan performa di ajang Piala Dunia merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi.
Bahkan bagi Uruguay, itu menjadi kali pertama mereka mengganti penjaga gawang di tengah pertandingan Piala Dunia sejak pergantian pemain mulai diizinkan pada edisi 1970, seperti dikutip Independent.
Kesalahan saat melawan Spanyol ternyata melengkapi rangkaian mimpi buruk Muslera sepanjang turnamen.
Pada laga pembuka melawan Arab Saudi, kiper berusia 40 tahun itu gagal mengamankan sundulan lawan sehingga bola muntah langsung dikonversi menjadi gol.
Kesalahan lain terjadi saat menghadapi Tanjung Verde. Muslera keluar terlalu jauh dari sarangnya setelah kesalahan umpan pemain Uruguay.
Lawan lebih dulu menguasai bola dan dengan mudah mencetak gol ke gawang yang kosong. Padahal jika tidak keluar gawang, hal itu bisa menjadi cerita berbeda.
Muslera juga gagal mengamankan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti di laga itu. Ia terlihat salah membaca tembakan pemain Cape Verde.
Blunder puncaknya hadir saat menghadapi Spanyol. Rentetan kesalahan tersebut membuat Muslera mencatat rekor yang tidak diinginkan.
Ia menjadi kiper pertama sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966 yang melakukan setidaknya tiga kesalahan langsung berujung gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Baca juga: Klasemen Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol Pulangkan Uruguay, Cape Verde Ukir Sejarah
Ironi semakin terasa jika melihat perjalanan panjang Muslera bersama Uruguay.
Ia menjalani debut internasional pada 2009 dan menjadi kiper utama Uruguay di Piala Dunia 2010.
Saat itu Muslera tampil luar biasa dan membawa Uruguay melangkah hingga semifinal sebelum akhirnya finis di peringkat keempat, pencapaian terbaik negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Muslera juga tampil di Piala Dunia 2014 dan 2018, namun ia sempat kehilangan tempatnya kepada Sergio Rochet. Bahkan ia sempat pensiun dari tim nasional.
Namun Marcelo Bielsa secara mengejutkan memanggil kembali Muslera pada awal 2026 dan langsung memberinya posisi sebagai kiper utama di Piala Dunia.
Keputusan itulah yang kini menuai kritik tajam. Bielsa mengaku telah mempertimbangkan semuanya sebelum memilih Muslera.
"Keputusan saya sudah dipikirkan dengan matang. Dia datang setelah menjalani musim yang sangat baik dan merupakan pemain dengan karakter serta kepribadian luar biasa," ujar Bielsa.
Meski demikian, sang pelatih tidak menutup mata terhadap buruknya penampilan sang penjaga gawang selama turnamen.
Kegagalan Uruguay tidak hanya disebabkan penampilan Muslera. Sebelum laga melawan Spanyol, media-media Uruguay bahkan melaporkan adanya ketegangan di ruang ganti.
Sejumlah pemain senior, termasuk Federico Valverde, disebut meminta Bielsa mengubah susunan pemain dan pendekatan taktik.
Permintaan itu ditolak. Hasilnya, Uruguay pulang lebih cepat meski datang ke Amerika Utara dengan status salah satu tim yang diprediksi mampu melaju jauh.
Bagi Fernando Muslera, Piala Dunia 2026 menjadi penutup yang sangat kontras dibanding awal kariernya.
Dari sosok yang pernah dielu-elukan sebagai pahlawan pada 2010, ia kini harus menerima kenyataan pahit sebagai simbol kegagalan Uruguay di panggung terbesar sepak bola dunia.
Matchday 1
Matchday 2
Matchday 3
(Tribunnews.com/Tio)