Sejumlah Politisi Tercatat Bergabung dengan PSI Lampung
Noval Andriansyah June 27, 2026 06:37 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Langkah besar diambil oleh Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) dalam memperkuat mesin politiknya di Provinsi Lampung menjelang Pemilu 2029. 

Baca juga: Jokowi Instruksikan Kader PSI Bandar Lampung Kejar Target 98 Persen

Partai yang selama ini lekat dengan jargon "muda" dan "bersih" tersebut resmi mengumumkan bergabungnya sejumlah tokoh politik kawakan lokal di Lampung, ke dalam barisan mereka. 

Menariknya, figur-figur anyar yang direkrut ini memiliki latar belakang politik, birokrasi, bahkan rekam jejak hukum yang sangat kontras di masa lalu.

Pengumuman besar ini dilakukan secara teatrikal di sela-sela agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI yang berlangsung di Gedung Rimbawan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Prosesi peresmian ditandai dengan pemasangan rompi merah khas PSI secara simbolis kepada para tokoh baru tersebut.

Deretan nama besar yang diperkenalkan memakai atribut PSI di antaranya adalah mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, eks Ketua PPP Lampung Supriyanto, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Utara Samsir, serta mantan Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Sahlan Syukur.

Sorotan Rekam Jejak Tokoh Anyar PSI

Masuknya figur-figur ini langsung memicu atensi publik karena rekam jejak kontroversial mereka di panggung politik Lampung. Satu di antara yang paling menyedot perhatian adalah sosok Agung Ilmu Mangkunegara.

Agung merupakan mantan Bupati Lampung Utara yang dulunya merupakan kader andalan Partai NasDem Lampung. Ia terpaksa lengser dan menyatakan mundur dari partai pada tahun 2019, setelah diciduk KPK dan terjerat kasus korupsi.

Nama lain yang tak kalah mentereng adalah Sahlan Syukur, seorang politisi senior yang sebelumnya merupakan kader militan PDI Perjuangan Lampung dan pernah menduduki kursi Anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2019–2024.

Sementara itu, Supriyanto membawa gerbong massanya sendiri setelah sebelumnya sempat memegang posisi strategis sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Lampung.

Supriyanto memiliki rekam jejak panjang dalam dinamika elektoral lokal, ia sempat maju sebagai calon Wakil Bupati Pesawaran mendampingi Aries Sandi Darma Putra.

Meskipun dalam hitungan awal sempat dinyatakan unggul, kemenangan pasangan tersebut secara tragis dianulir oleh putusan hukum terkait pelanggaran persyaratan pencalonan.

Supriyanto sempat mencoba peruntungan kembali dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran sebagai calon bupati berpasangan dengan Suriansyah Rhalieb, namun dewi fortuna belum memihaknya.

Melengkapi gerbong tersebut, hadir pula Samsir, seorang birokrat tulen yang sempat memegang tongkat komando sebagai Sekretaris Kabupaten Lampung Utara pada periode 2014–2018, sebelum akhirnya dimutasi menjadi staf di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung sejak Oktober 2018.

Bergabungnya para tokoh lintas warna dan latar belakang ini, di bawah satu payung berlambang gajah, dibaca sebagai manuver taktis PSI untuk memperluas basis pemilih tradisional dan memperkuat jaringan struktural di wilayah Lampung, demi ambisi menembus parlemen nasional.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.