SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Sebanyak 35 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melakukan kunjungan lapangan ke Kota Mojokerto, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendalaman penyusunan policy brief yang tengah disusun para peserta sebagai salah satu tahapan penting dalam program pengembangan kompetensi kepemimpinan nasional.
Baca juga: Peserta PKN Tingkat I LAN RI Salurkan Bantuan Minyak Goreng di Kota Mojokerto
Rombongan dipimpin Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, dan diterima langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto serta jajaran Pemerintah Kota Mojokerto.
Dalam kunjungan ini, para peserta meninjau sejumlah praktik dan inovasi yang berkembang di Kota Mojokerto.
Mereka mengunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih dan Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Maja Bharama Wastra di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari.
Para peserta berasal dari berbagai instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga unsur kepolisian.
Mereka merupakan calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) yang tengah mengikuti program PKN Tingkat I untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan strategis di lingkungan birokrasi.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambut baik dipilihnya Kota Mojokerto sebagai lokasi kunjungan lapangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman antara pemerintah daerah dengan peserta yang berasal dari berbagai institusi.
“Semoga kunjungan ini memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi para peserta dalam memperkaya wawasan dan pengalaman kepemimpinan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Pemerintah Kota Mojokerto melalui berbagai masukan, gagasan, dan perspektif baru yang diperoleh selama kegiatan berlangsung,” ujar Ika.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran peserta PKN Tingkat I.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman empiris dari praktik-praktik yang telah dijalankan di daerah.
Ia menjelaskan, perpaduan antara pembelajaran di kelas dan observasi langsung di lapangan akan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap berbagai persoalan maupun potensi daerah.
Dengan demikian, rekomendasi kebijakan yang dirumuskan melalui policy brief dapat lebih tepat sasaran dan implementatif.
“Melalui kunjungan lapangan ini, kami memperoleh gambaran nyata yang dapat dipelajari secara langsung. Perpaduan antara pembelajaran di kelas dan pengalaman lapangan diharapkan menghasilkan policy brief yang lebih tepat sasaran serta rekomendasi kebijakan yang relevan, aplikatif, dan bermanfaat bagi pembangunan di masa depan,” kata Tri Widodo.
Selain melakukan observasi lapangan, para peserta juga melakukan diskusi dan pengumpulan data yang akan digunakan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan.
Informasi yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat memperkaya analisis sekaligus memperkuat kualitas policy brief yang nantinya disampaikan kepada para pemangku kepentingan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik lapangan, LAN RI terus mendorong lahirnya pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan mampu merumuskan kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kunjungan ke Kota Mojokerto menjadi salah satu upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Melalui kunjungan lapangan ini, kami memperoleh gambaran nyata yang dapat dipelajari secara langsung. Perpaduan antara pembelajaran di kelas dan pengalaman lapangan diharapkan menghasilkan policy brief yang lebih tepat sasaran serta rekomendasi kebijakan yang relevan, aplikatif, dan bermanfaat bagi pembangunan di masa depan,” tutup Tri Widodo.