TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pembeli seragam sekolah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih belum ramai menjelang masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027.
Masa libur sekolah usai pembagian rapor sudah berlangsung sejak Senin, 22 Juni 2026 dan akan berakhir pada Jumat, 3 Juli 2026.
Sementara hari pertama masuk sekolah dijadwalkan pada Senin, 6 Juli 2026.
Kondisi tersebut disampaikan pedagang seragam, Aswar, saat ditemui Tribunnewssultra.com di lapaknya di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Sabtu (27/6/2026).
Ia mengatakan, jumlah pengunjung memang lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.
Namun, pembeli belum seramai musim penerimaan siswa baru pada tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Seribu Pelajar di Kendari Dapat Bantuan Seragam Sekolah dan Tas Baru saat Peringatan Sumpah Pemuda
Menurutnya, banyak orang tua masih menunda membeli perlengkapan sekolah karena waktu masuk sekolah masih cukup lama.
Biasanya, pembeli mulai berdatangan beberapa hari menjelang kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Pembeli biasanya mulai ramai saat mendekati hari pertama masuk sekolah. Sekarang liburnya masih panjang, jadi yang datang berbelanja belum terlalu banyak,” kata Aswar.
Aswar menyampaikan lapaknya menyediakan berbagai jenis seragam untuk siswa TK, SD, SMP hingga SMA, baik laki-laki maupun perempuan.
Dari seluruh seragam yang dijual, seragam merah putih SD menjadi yang paling banyak diminati.
Harga seragam SD dibanderol mulai Rp180 ribu hingga Rp300 ribu per pasang, tergantung pada ukuran yang dibeli.
Sementara seragam putih biru untuk SMP dan putih abu-abu untuk SMA dijual mulai Rp250 ribu hingga Rp400 ribu per pasang.
“Untuk seragam Pramuka, harganya sekitar Rp20 ribu lebih mahal dibandingkan seragam harian. Seragam Pramuka jenjang SMP dan SMA dipasarkan mulai Rp280 ribu per pasang,” tuturnya.
Kata Aswar, seragam yang dijual di lapaknya merupakan hasil produksi sendiri.
Awdangkan jilbab sekolah dipasok dari luar untuk melengkapi kebutuhan siswa, dengan harga mulai Rp25 ribu hingga Rp50 ribu.
Selain seragam, ia juga menjual berbagai perlengkapan sekolah, seperti dasi dijual seharga Rp10 ribu, sedangkan topi sekolah dan ikat pinggang dibanderol Rp20 ribu. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)