Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA atau kerap disapa Nyak Syi, sambangi SDN 1 Bandar Dua (Ulee Gle), Jumat (26/6/2026).
Kunjungan orang nomor satu di Pidie Jaya itu, turut didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Adi Prinantyo, Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, Wakil Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Firdaus Darwis dan Wakil Manajer Iklan Serambi Indonesia, Kurniadi Hasan.
Sesampai di sekolah, Bupati Pidie Jaya bersama rombongan disambut Kepala SDN 1 Bandar Dua, H Muhammad Dian SPd MM dan dewan guru.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengajak Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, untuk melihat langsung kondisi SDN 1 Bandar Dua, agar bisa dibantu untuk pembamgunan gedung baru melalui bantuan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.
Sebab, SDN 1 Bandar Dua kerap menjadi langganan banjir setiap tahun, yang menggangu proses belajar mengajar.
Baca juga: Perkuat Layanan Darurat Saat Bencana, 30 Perawat IGD Pidie Jaya Ikuti Pelatihan Resiliensi
"Letak SDN 1 Bandar Dua dekat jalan negara, suara deru mesin kendaraan sangat bising yang menimbulkan ketidaknyamanan belajar," kata Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, Jumat (26/6/2026).
Tidak hanya itu, kata Nyak Syi, rawan terjadinya lakalastas, akibat macetnya kendaraan di jalan negara di depan SDN 1 Bandar Dua. Kemacetan itu dipicu saat orang tua menjemput anaknya pulang sekolah.
Juga rentan terjadi lakalantas saat truk berbadan besar yang melaju dari arah Medan, Sumatera Utara, jika sewaktu-waktu sopir mengantuk.
Untuk itu, SDN 1 Bandar Dua sudah layak untuk direlokasi ke tempat lain, mengingat fakta di lapangan yang tidak mungkin dipertahankan untuk melakukan proses belajar mengajar di gedung lama.
"Makanya kita mengajak Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, untuk bisa dibantu melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.
Kami akan menyiapkan lahan untuk relokasi pembangunan gedung baru untuk SDN 1 Bandar Dua," tegas Bupati Pidie Jaya.
Kepala SDN 1 Bandar Dua, Muhammad Dian, kepada Serambinews.com, Jumat (26/6/2026) mengungkatkan, SDN 1 Bandar Dua didirikan pada tahun 1966, yang kini memiliki 18 ruang belajar dengan jumlah guru bertatus PNS 22 orang dan satu guru Pegawai Pemeruntah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.
Ia menjelaskan, satu ruang belajar ditempatkan 28 hingga 30 murid. Untuk kelas satu, jadwal belajar mengajar pagi dan sore karena kekurangan ruang kelas.
Baca juga: Viral di TikTok! Lirik Lagu Aceh Hikayat Bang Leman Oleh Fahmil Arabi Lengkap dengan Arti dan Makna
Saat ini, jumlah murid menimba ilmu di SDN 1 Bandar Dua mencapai 600 orang.
Kata Muhammad Dian, lokasi SDN 1 Bandar Dua tidak layak lagi, mengingat ramainya orang tua yang mengantar anak ke sekolah ini. Sebab, SDN 1 Bandar Dua merupakan sekolah favorit di Ulee Gle.
"Lingkungan sempit, bising suara mesin kendaraan dan rentan kevelakaan saat waktu pulang sekolah.
Sehingga harus diturunkan petugas untuk mengatur lalulintas di depan SDN 1 Bandar Dua, agar kendaraan dari dua arah tidak macet," pungkasnya. (*)