Renungan Harian Kristen 28 Juni 2026 - Rukun Membawa Berkat
Suci Rahayu PK June 27, 2026 06:03 PM

Renungan Harian Kristen 28 Juni 2026 - Rukun Membawa Berkat

Bacaan ayat: Mazmur 133:1 (TB)  Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Umat Tuhan di Perjanjian Lama memiliki tradisi mirip mudik, dimana pada perayaan Paskah mereka akan pergi ke Yerusalem.

Umat Tuhan yang tersebar di seluruh wilayah berdasarkan kesukuan masing-masing, akan datang berduyun-duyun ke Yerusalem. Dapat dibayangkan, betapa ramainya. 

Dipastikan roda perekonomian akan berputar cepat. Bisnis penginapan dan makanan laku keras, demi mencukupi kebutuhan orang-orang yang hendak merayakan Paskah. 

Seperti halnya, pembagian sembako murah yang rentan dengan orang-orang yang berdesakan, demikian penuhnya orang-orang yang berlalu lalang, akan rentan terjadinya persinggungan dan pergesekan. Bisa dibayangkan pertikaian tidak bisa dihindarkan.

Menyaksikan hal demikian, sang penyair menampilkan sebuah harapan yang menarik.

Ia justru menampilkan sisi kebersamaan yang ditampilkan dengan kata rukun. Ya benar, "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!"

Ini sebuah harapan tanpa meniadakan kenyataan. 

Sang penyair paham betul bahwa pertikaian bisa terjadi. Bisa jadi didasarkan pada catatan masalah yang harus dihadapi di tiap tahunnya.

Meskipun demikian, ia justru terinspirasi untuk percaya bahwa rukun itu baik, bahkan rukun dapat menginspirasi berkat yang mengalir di sepanjang kehidupan.

Baginya, rukun bisa diperjuangkan dan dipilih, meskipun berada ditengah kerumunan. Rukun menjadi sebuah pilihan dalam kehidupan. Persoalannya, bagimana dapat memilih untuk menciptakan rukun?

Pertama, tujuan utama pergi ke Yerusalem ialah merayakan Paskah, bukan yang lain.

Paskah, sebuah peristiwa ajaib yang Allah lakukan untuk membawa umat-Nya keluar dari perbudakan di Mesir.

Setiap orang perlu terus fokus kepada Allah.

Kedua, perlu memandang orang lain sebagai sesama yang setara. 

Dalam hal ini mereka diingatkan bahwa mereka adalah saudara; sebuah keluarga besar yang saling menopang, menolong dan membangun.

Ketiga, perlu terus percaya bahwa rukun akan membawa berkat. Makan seenak apapun, jika diwarnai dengan perbantahan, bukankah akan menjadi hambar?

Inti kehidupan ialah rukun. Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, dikehendaki rukun sebagai penolong yang sepadan.

Laki-laki dan perempuan dikehendaki untuk berkarya dan berpartner dengan Allah demi keberlanjutan kehidupan. Allah menghendaki kerukunan. 

Apakah ada yang sedang bertengkar, sedieman, atau menyimpan amarah? Pilihlah rukun, itu yang dikehendaki Allah. Amin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.