Gaungkan "Merangin Baru", Gubernur hingga Bupati Beri Dukungan Penuh
Heri Prihartono June 27, 2026 06:03 PM

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO- Gelaran Pekan Budaya 'Merajut Tuah, Merawat Marwah Adat Merangin' tidak hanya berlangsung megah dan bertabur bintang.

Event yang menjadi bagian dari rangkaian gelaran budaya akbar 'Jambi Elok Nian' itu menjadi panggung pembuktian keselarasan, kesatuan dan rasa soliditas para pemimpin daerah di Provinsi Jambi dalam mendukung visi masa depan Kabupaten Merangin.

Suasana riuh dan penuh semangat terasa saat Gubernur Jambi, Al Haris, bersama para bupati se-Provinsi Jambi kompak meneriakkan slogan baru Kabupaten Merangin, "Merangin Baru, Jaya, Jaya, Jaya!"

Aksi itu juga diikuti oleh anggota DPD RI, Elviana, serta jajaran tamu undangan penting lainnya yang hadir dalam acara tersebut.

Meskipun slogan tersebut murni milik Kabupaten Merangin, para kepala daerah se-Provinsi Jambi tampak tidak canggung sama sekali.

Mereka dengan lantang dan penuh antusias ikut menyuarakan salam penyemangat tersebut sebagai bentuk dukungan moril bagi kepemimpinan Merangin yang baru.

Momen menarik itu tercipta dalam dua kali yakni ketika Bupati Merangin, M Syukur menyampaikan sambutan dan usai menerima penghargaan dari Gubernur Al Haris atas kesuksesan penyelenggaraan Pekan Budaya Merangin.

"Kami punya slogan, namanya Merangin Baru, Jaya, Jaya, Jaya! Slogan ini adalah penyemangat kami dalam memimpin Kabupaten Merangin, sekaligus komitmen untuk membawa arah pembangunan menuju Merangin yang Berdaya saing, Akuntabel, Reformis, dan Unggul," ungkap Bupati M Syukur. 

Kegiatan Pekan Budaya Akbar itu Mengusung tema "Menjemput Tuah Merawat Marwah Adat Merangin", acara tahunan itu dibuka dengan penampilan magis Tari Penjaga Tutur Lamo yang berhasil membuat Gubernur Jambi, Al Haris, bersama para bupati se-Provinsi Jambi takjub.


Tarian persembahan tersebut dibawakan dengan begitu apik, anggun, namun sarat akan nuansa sakral. Alur gerak para penari yang menggambarkan ketangguhan dalam menjaga warisan lisan, petuah, dan adat istiadat lama (Tutur Lamo) dinilai mampu menghidupkan kembali roh kebudayaan Merangin yang kental.

"Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemkab Merangin yang telah mendesain acara ini dengan sangat luar biasa. Seni budaya yang ditampilkan malam ini betul-betul megah. Saya sempat kaget, begitu masuk tadi suasananya sudah sangat ramai dan energinya luar biasa," kata Al Haris disambut tepuk tangan riuh penonton.

Tidak hanya memuji, Gubernur Jambi Al Haris juga berpesan demi keberlangsungan adat istiadat Jambi, dirinya mengajak seluruh elemen pemuda untuk tidak melupakan akar budaya asli Jambi di tengah gempuran modernisasi.

Al Haris mengimbau kepada generasi muda di Jambi untuk aktif menghidupkan kembali adat, tradisi, dan budaya luhur warisan nenek moyang, meramaikan taman budaya serta ruang-ruang publik dengan kreativitas positif dan menjadi benteng pertahanan seni tradisi agar tidak punah ditelan zaman.

Dengan digelarnya Pekan Budaya Merangin itu, diharapkan geliat pariwisata berbasis budaya di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Merangin, dapat terus meningkat sekaligus menjadi wadah edukasi sejarah yang interaktif bagi generasi penerus. 


(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)

 

Baca juga: Ditemukan Kasus DBD di Pulau Rengas Merangin, Dinkes Selidiki Epidemologi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.