Sulap Limbah Jadi Karya Bernilai, Seniman Ciamis Ciptakan Lukisan Diorama 3D dari Kayu Bekas
Kemal Setia Permana June 27, 2026 06:11 PM

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kreativitas bisa lahir dari benda-benda yang sering dianggap tak berguna.

Hal itu dibuktikan oleh Deni Hermawan, seniman asal Ciamis yang berhasil mengubah kayu bekas dan berbagai material limbah menjadi karya seni diorama tiga dimensi (3D) yang unik dan bernilai ekonomi.

Melalui jenama SeniKUSuluh yang dikelolanya di Gawe (Gallery Workshop and Education), Deni menghadirkan karya yang memadukan lukisan dengan diorama sehingga menghasilkan tampilan tiga dimensi yang berbeda dari lukisan pada umumnya.

"Ini namanya mix media, perpaduan antara lukisan dan diorama. Jadi diorama yang biasanya berdiri sendiri, saya gabungkan dengan lukisan sehingga menghasilkan karya tiga dimensi," ujar Deni saat ditemui di Galeri UMKM Ciamis, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, bahan utama yang digunakan berasal dari material sederhana yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. 

Kayu bekas, ranting, hingga berbagai benda yang dianggap limbah disulap menjadi bagian penting dalam karya seni yang dibuatnya.

Baca juga: Mobil Terkunci Saat Isi BBM di SPBU Ciamis, Butuh 35 Menit Damkar Buka Pintu Mercedes

Deni mengaku tidak banyak melakukan rekayasa terhadap bahan-bahan tersebut. 

Ia justru mempertahankan bentuk aslinya agar karakter alami material tetap terlihat.

"Bahan-bahannya dari hasil mencari di sekitar rumah, sungai, hutan, atau tempat lain. Kalau menemukan yang cocok langsung dipadukan. Minim proses pemotongan atau pembentukan ulang," katanya.

Ketertarikannya terhadap dunia seni miniatur sebenarnya sudah lama tumbuh. 

Sebelum membuat lukisan diorama, Deni lebih dulu menekuni pembuatan maket dan miniatur.

Namun sejak Desember 2024, ia mulai fokus mengembangkan konsep mix media yang menggabungkan unsur lukisan dan diorama menjadi satu karya.

Untuk menyelesaikan satu karya, waktu pengerjaan bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya. 

Beberapa karya sederhana bisa diselesaikan dalam sehari, sementara karya yang lebih detail membutuhkan waktu lebih lama.

Harga karya yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Untuk ukuran kecil dibanderol mulai Rp200 ribu, sedangkan karya yang lebih besar dan rumit dijual antara Rp300 ribu hingga Rp350 ribu.

Namun harga yang ditawarkan juga disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan ukuran dari pembuatan karya tiga dimensi tersebut.

Selain menjual karya yang sudah jadi, Deni juga menerima pesanan khusus atau custom. 

Baca juga: Temuan Mengejutkan Disdik Kota Bandung: Restoran Miliki 20 KK, Tempat Karaoke Jadi Alamat 3 Siswa

Salah satu yang pernah dibuat adalah diorama rumah pelanggan yang dibuat menyerupai bangunan aslinya sebagai kenang-kenangan.

"Kalau custom biasanya lebih menarik. Pernah ada yang meminta dibuatkan diorama rumah lama mereka dan hasilnya dibuat semirip mungkin dengan aslinya," ungkapnya. 

Dalam sebulan, Deni mampu memproduksi sekitar 15 karya. Namun dari jumlah tersebut rata-rata yang terjual berkisar empat hingga lima karya.

Menurutnya, masyarakat masih lebih familiar dengan diorama custom dibandingkan konsep lukisan diorama mix media yang saat ini sedang ia kembangkan.

Meski demikian, Deni optimis karya seni berbahan limbah ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang. 

Selain menawarkan nilai estetika, karya tersebut juga menjadi bukti bahwa barang bekas dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa limbah atau bahan yang dianggap tidak berguna bisa menjadi karya seni yang unik dan bernilai," ujar Deni. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.