Copet di 19 Ilir Palembang, Guru Asal Banyuasin Ini Kehilangan Rp6,3 Juta saat Pasang Jilbab Anak
Welly Hadinata June 27, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Niat berhenti sejenak untuk memasangkan jilbab kepada anaknya yang masih balita justru berujung petaka bagi Asmalaili (47), seorang guru asal Desa Sebalik, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Ia kehilangan dompet berisi uang tunai Rp6,3 juta yang diduga dicopet saat berhenti di Jalan Palembang Darussalam, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Sumsel, Sabtu (27/6/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat Asmalaili dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor bersama anaknya. Ia menghentikan kendaraannya di pinggir jalan untuk memasangkan jilbab kepada sang anak yang kepanasan.

Saat itu, seorang pria menghampirinya dan meminta uang parkir. Tanpa menaruh curiga, Asmalaili memberikan sejumlah uang kepada pria tersebut.

"Saya ingin memasang jilbab anak saya karena kepanasan. Tiba-tiba ada yang datang meminta uang parkir. Saya kasih uang parkir dan saat itu belum sadar kalau dompet sudah berpindah tangan," ujar Asmalaili usai membuat laporan di Polrestabes Palembang.

Korban mengaku baru menyadari dompetnya hilang ketika berhenti di sebuah warung makan dan hendak membayar pesanan.

Saat membuka tas punggungnya, ia mendapati resleting tas sudah terbuka dan dompetnya tidak lagi berada di dalam tas.

Dompet tersebut berisi uang tunai sebesar Rp6,3 juta, kartu ATM, STNK, KTP, NPWP, serta kartu BPJS.

Menurut Asmalaili, uang tunai yang hilang merupakan hasil tabungan dari gaji selama dua bulan yang rencananya akan digunakan untuk membayar biaya kuliah program magister (S2) yang sedang ditempuh, termasuk biaya Seminar Hasil.

"Uang itu saya kumpulkan dari dua bulan gaji. Rencananya untuk membayar kuliah S2 dan Seminar Hasil," katanya.

Korban menduga dompetnya diambil saat dirinya lengah ketika memasangkan jilbab kepada anaknya dan melayani pria yang meminta uang parkir.

"Karena saya ingat, terakhir mengambil jilbab anak, dompet itu masih ada di dalam tas," ujarnya.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Kepala SPKT Polrestabes Palembang melalui personel piket, Ipda Tamia Ramadhany, membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban.

"Laporan sudah kami terima dan akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Tamia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.