Mayoritas Siswa SMAN 1 Barabai HST dari Keluarga Mampu, MBG Tetap Dinilai Bermanfaat
Ratino Taufik June 27, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Barabai terus berjalan dan mendapat respons positif dari siswa maupun orang tua, meski mayoritas peserta didik di sekolah tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke atas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Barabai sekaligus PIC MBG, Ria Fahrina, mengatakan pada awal pelaksanaan program, jumlah penerima MBG mencapai 945 siswa. Namun jumlah tersebut mengalami penyesuaian setelah siswa kelas 12 menyelesaikan Ujian Sekolah.

"Saat ini jumlah penerima menjadi sekitar 750 siswa. Untuk siswa kelas 12 hanya diberikan sekitar 100 porsi," ujarnya.

Ria menjelaskan, berdasarkan data sekolah, jumlah siswa penerima Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 88 orang, sedangkan siswa yang terdata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 74 orang.

Meski sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke atas, menurutnya program tersebut tetap memberikan manfaat selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sebelum program MBG diterapkan, pola konsumsi siswa saat jam istirahat cukup beragam. Sebagian membawa bekal dari rumah, membeli makanan di kantin sekolah, hingga ada yang memilih makan setelah pulang sekolah.

Baca juga: Momen 10 Muharram 1448 Hijriah, Warga dan Kesultanan Banjar Berbagi Bubur Asyura Kepada Sesama

"Sejak program MBG berjalan, respons siswa pada umumnya positif karena mereka mendapatkan akses makanan yang lebih teratur di sekolah. Dari sisi orang tua juga cukup terbantu, terutama memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan makan saat jam belajar," katanya.

Ia menilai manfaat yang paling dirasakan ialah membantu siswa tetap fokus saat mengikuti pembelajaran karena kebutuhan makan selama berada di sekolah lebih terjamin.

Terkait rencana refocusing atau penyesuaian sasaran program ke depan, pihak sekolah menyatakan siap mengikuti kebijakan pemerintah.

"Pada prinsipnya sekolah mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan gizi peserta didik. Jika ada penyesuaian sasaran penerima agar lebih fokus kepada kelompok yang lebih membutuhkan, tentu menjadi bagian dari evaluasi kebijakan yang kami hormati," ujarnya.

Menurutnya, hal terpenting dalam pelaksanaan program adalah kebijakan tetap berbasis data yang akurat, tepat sasaran, serta memiliki mekanisme yang jelas agar pelaksanaan di lapangan berjalan baik.

Terkait pelaksanaan MBG saat masa libur sekolah, Ria menyebut kegiatan pembelajaran berdasarkan kalender pendidikan berakhir pada 19 Juni 2026 dan masa libur berlangsung mulai 22 Juni hingga 10 Juli 2026. Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 13 Juli mendatang.

Pihak sekolah juga telah menyampaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahwa hari efektif terakhir siswa berada di sekolah adalah 19 Juni sebagai bagian dari penyesuaian koordinasi program.

Sementara itu, Koordinator Wilayah MBG Hulu Sungai Tengah (HST), Sadilah, mengatakan rencana refocusing memang sudah menjadi arahan yang diketahui bersama. Namun untuk teknis pelaksanaan di lapangan masih menunggu petunjuk lebih lanjut.

"Terkait informasi refocusing memang ke depan rencananya akan dilakukan sesuai petunjuk pimpinan. Untuk teknis lapangan dan pelaksanaan langsung masih menunggu petunjuk dan arahan lebih lanjut, termasuk di HST," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.