Kontroversi Warnai Laga AFC Vs HAF FC, Panitia Bupati HST Cup Bergerak Lakukan Evaluasi
Ratino Taufik June 27, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Panitia pelaksana Bupati HST Cup langsung menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan dan pengamanan usai laga AFC kontra HAF FC diwarnai kontroversi, Jumat (26/06/2026).

Ketua Panitia Pelaksana Bupati HST Cup, Yajid Fahmi, mengakui terdapat sejumlah catatan penting yang muncul dalam pertandingan yang berlangsung di tengah hujan deras tersebut.

Menurutnya, koordinasi perangkat pertandingan pada laga itu belum berjalan maksimal sehingga memicu protes dari pemain maupun ofisial tim.

"Jujur, hari ini saya sebagai penanggung jawab kegiatan cukup kecewa dengan perangkat pertandingan. Mudah-mudahan PSSI melalui Komdis maupun Komisi Wasit bisa mengevaluasi hal ini," kata Yajid.

Kontroversi bermula saat wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain AFC, Sakha, pada menit kedelapan. Keputusan itu memicu reaksi karena sebelumnya hakim garis lebih dulu memberikan isyarat offside kepada pemain HAF FC.

Meski sempat diwarnai protes, pertandingan tetap dilanjutkan dengan AFC bermain menggunakan 10 pemain.

Baca juga: Semesta Buku Banjarmasin Resmi Dibuka, Warga Padati Halaman Dispersip Kalsel

Situasi di lapangan semakin berat akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang pertandingan. Genangan air membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak mengandalkan bola-bola panjang.

Di tengah kondisi tersebut, HAF FC berhasil memanfaatkan peluang melalui gol Maulidi pada menit ke-16. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Pada penghujung laga, suasana kembali memanas setelah pemain HAF FC, Aditiya, menerima kartu merah. Kondisi itu sempat membuat pemain dari bench masuk ke lapangan karena pengamanan dinilai kurang maksimal.

Yajid mengatakan panitia tidak hanya mengevaluasi perangkat pertandingan, tetapi juga sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Konsentrasi panitia agak kurang maksimal. Idealnya jangan sampai ada pemain cadangan, official, apalagi penonton yang masuk lapangan dalam kondisi apa pun. Alhamdulillah hari ini masih bisa teratasi," ujarnya.

Sebagai langkah perbaikan, panitia berencana mengombinasikan wasit lokal dan wasit tingkat provinsi pada fase 16 besar.

"Kami berharap turnamen ini tidak dikotori dengan keputusan wasit yang merugikan tim manapun," tegasnya.

Selain itu, panitia juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca buruk dengan menyediakan mesin sedot air guna meminimalisasi genangan di lapangan saat hujan deras kembali terjadi.

Sementara pada pertandingan sebelumnya, Fortuna FC memastikan langkah ke babak berikutnya usai menyingkirkan PS Nusantara AJB melalui drama adu penalti. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.