TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dugaan pembunuhan disertai perampasan menyelimuti penemian mayat seorang lansia di Banyumas Jawa Tengah.
Korban EM (67) ditemukan meninggal dengan luka di kepala di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.
Sementara istri korban IR menyebut kehilangan sepeda motor tepat sebelum menemukan suaminya dalam keadaan meninggal dunia
Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polresta Banyumas karena diduga korban meninggal akibat tindak kekerasan.
Baca juga: Kasihan Atlet Futsal Banyumas Berangkat Kejurprov Wakili Daerah tapi Tak Dapat Bantuan dari Pemda
Baca juga: Pelaku Peragakan 72 Adegan Selama Rekonstruksi Pembunuhan Dua Wanita di Patikraja Banyumas
Peristiwa itu terungkap setelah MIA (40) melaporkannya ke Polresta Banyumas pada Sabtu (27/6/2026).
Berdasarkan informasi awal, dugaan tindak kekerasan tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di rumah korban.
Sebelum laporan dibuat, istri korban, IR, sempat meminta bantuan warga lantaran sepeda motor miliknya hilang.
Saat itulah warga mengetahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Salah seorang saksi menyebut pihak keluarga awalnya tidak ingin melibatkan kepolisian.
"Awalnya IR minta tidak melapor, tetapi setelah melihat kondisi korban, akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian," ujar saksi, MIA.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan mengalami luka serius di bagian kepala.
"Dugaan sementara korban meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tumpul yang menyebabkan luka serius di bagian kepala," kata Kapolresta kepada Tribunjateng.com.
Ia menegaskan, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa ini, termasuk mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti lainnya," jelasnya.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera menyampaikannya kepada polisi.
"Kami mengajak masyarakat yang mengetahui atau melihat hal-hal mencurigakan terkait kejadian ini untuk segera melaporkannya kepada kami.
Sekecil apa pun informasi yang disampaikan sangat berarti dalam membantu proses pengungkapan kasus ini," jelasnya. (jti)