Tunggangi Kuda Undian, 3 Rider Indonesia Tembus 6 Besar AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026
Dodi Esvandi June 28, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hari pertama kejuaraan berkuda internasional AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1* International Jumping Competition berlangsung sukses di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Sabtu (27/6/2026).

Ajang bergengsi yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini dibuka langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya. 

Turut hadir dalam seremoni pembukaan, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, jajaran pengurus PP Pordasi, serta perwakilan Asian Equestrian Federation (AEF) dan Fédération Equestre Internationale (FEI).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia.

"Merupakan sebuah kebanggaan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026. Ajang ini menjadi sangat spesial karena dirangkaikan dengan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 serta Equinara Pulomas Open 2026," ujar Teuku Riefky, yang juga berkesempatan mengalungkan medali kepada para pemenang kelas utama.

Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Berkuda Internasional AEF/MANTENA Cup 2026

Uji Nyali Lewat Format 'Borrowed Horse'

Kompetisi di bawah naungan AEF dan FEI ini mempertandingkan nomor Borrowed Horse Competition. 

Format ini dikenal sebagai salah satu kelas paling menantang dalam olahraga berkuda, karena setiap atlet wajib menunggangi dan menjinakkan kuda hasil undian yang baru mereka kenal menjelang pertandingan.

Ketua Penyelenggara sekaligus Presiden Equinara Horse Sports, Adinda Yuanita, menyebut event ini sebagai tonggak baru sejarah berkuda nasional.

"Ini adalah pertandingan terbesar Asian Equestrian Federation yang pernah diselenggarakan di Indonesia, sekaligus bagian dari persiapan kita menuju Asian Games Nagoya," kata Adinda.

Menurut Adinda, sistem borrowed horse benar-benar menguji kualitas dan insting seorang rider. 

Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, melainkan kecepatan membangun chemistry dengan kuda asing.

"Kuda-kuda diundi dan para atlet baru mengetahui pasangan kudanya sehari sebelum bertanding. Di sinilah kemampuan adaptasi menjadi faktor penentu," imbuhnya.

Aksi salah satu atlet Indonesia di kejuaraan berkuda
Aksi salah satu atlet Indonesia di kejuaraan berkuda internasional AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1* International Jumping Competition yang berlangsung di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Sabtu (27/6/2026).

Rider Indonesia Unjuk Gigi di Level Asia

Meski harus beradaptasi kilat dengan kuda baru, para rider Indonesia langsung menunjukkan taji. 

Pada kelas utama AEF/MANTENA Cup CSI1* Borrowed Horse Competition 110 cm, atlet asal Iran, Arvin Moradibidhendi, memang keluar sebagai juara pertama. 

Namun, posisi kedua berhasil diamankan oleh wakil Indonesia, Ramdani Tri Haryanto, disusul rider Australia, Zara Young, di posisi ketiga.

Hebatnya lagi, Indonesia sukses menempatkan tiga rider sekaligus di posisi enam besar klasemen akhir melalui performa impresif Yosua Nicholas Pamoto Ulum di peringkat keempat dan Aisha Meidina Hakim di peringkat keenam.

"Kami sangat puas. Dari posisi enam besar, tiga di antaranya adalah rider Indonesia. Ini membuktikan kita sangat bersaing di level Asia," tutur Adinda optimistis.

Senada dengan Adinda, Ketua Harian PP Pordasi, Muhammad Chaidir Saddak, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari pembinaan jangka panjang.

"Saat ini atlet-atlem nasional kita tengah menjalani program latihan intensif dan mengikuti sejumlah pertandingan di Eropa sebagai persiapan menuju Asian Games," jelas pria yang akrab disapa Eddy Saddak tersebut. 

Ia juga menambahkan bahwa untuk pertama kalinya, Indonesia akan mengirimkan wakil ke ajang Olympic Youth Games di Dakar, Senegal.

Apresiasi dari Federasi Asia

Keberhasilan JIEPP menggelar event ini menuai pujian dari Perwakilan AEF, Abid Salim Khan. 
Ia menyebut Jakarta sukses menyelenggarakan salah satu borrowed horse competition terbesar di Asia tahun ini—sebuah format yang sangat sulit digelar karena membutuhkan ketersediaan kuda berstandar internasional dalam jumlah banyak.

Pujian serupa datang dari Ketua Jumping Committee AEF, Yi Cheng Waldo. 

"Saya sudah lebih dari sepuluh kali datang ke Indonesia dan selalu melihat perkembangan besar. Indonesia memiliki rider yang bagus dan fasilitas bertaraf internasional. Masa depan olahraga berkuda di sini sangat cerah," ungkapnya.

Gelaran AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 masih akan berlangsung hingga Minggu (28/6/2026). 
Kehadiran atlet dari 13 negara menjadi bukti nyata semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai kiblat baru kompetisi berkuda internasional di Asia.

Daftar Juara Hari Pertama

CS-2 FEI CSI1 Borrowed Horse Competition 110 cm Open*
  • Arvin Moradibidhendi (Iran)
  • Ramdani Tri Haryanto (Indonesia)
  • Zara Young (Australia)
  • Yosua Nicholas Pamoto Ulum (Indonesia)
  • Akkara Konglapamnuay (Thailand)
  • Aisha Meidina Hakim (Indonesia)
CS-1 FEI CSIU25-A Jumping Competition 120 cm (DKI Jakarta Governor Cup 2026)
  • Nathanael Gabriel Stevano Menayang (Indonesia)
  • Teuku Rifat Renanda Harsya (Indonesia)
  • Rasendriya Hiranya Rajasa (Indonesia)
  • Maritza Aliyah Wardana (Indonesia)
  • Teuku Muhammad Nur Fahri (Indonesia)
  • Lalu Yuda Pratama Riady Alwi (Indonesia)
  • Xaviour Rayvie Robot (Indonesia)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.