SURYA.CO.ID, GRESIK - Puluhan pengendara sepeda motor memadati SPBU Suci yang terletak di Jalan KH Syafii, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (27/6/2026) malam. Warga rela mengantre panjang demi mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Pantauan SURYA.co.id di lokasi menunjukkan antrean didominasi oleh kendaraan roda dua.
Kondisi tersebut terjadi, akibat keterbatasan operasional di SPBU tersebut, di mana hanya satu mesin pompa yang melayani pengisian Pertalite untuk sepeda motor, sementara antrean untuk BBM jenis Pertamax terpantau lengang.
Fenomena antrean BBM di Gresik ini memaksa pengendara harus menyesuaikan waktu.
Beberapa warga bahkan sengaja datang pada malam hari untuk menghindari panas matahari, dan kerumunan yang lebih padat saat jam sibuk.
Alam (35), warga asal Pongangan, mengungkapkan bahwa ia lebih memilih mengantre di malam hari untuk efisiensi waktu.
"Beli Pertalite tidak apa-apa antre malam, biar besok tidak perlu mampir antre di SPBU lagi saat mau berangkat beraktivitas," ujarnya di lokasi.
Senada dengan Alam, Miftahul, seorang pekerja yang berdomisili di wilayah Manyar, menuturkan bahwa ia sebelumnya sempat mencoba mengisi BBM pada siang hari. Namun, saat itu pasokan BBM belum tersedia di SPBU tersebut.
"Siang tadi saya sempat ke sini, tapi kiriman belum datang. Sekarang karena sudah ada malam ya tidak apa-apa antre, yang penting tangki motor terisi untuk keperluan besok," kata Miftahul.
Antrean yang mengular ini menjadi potret tantangan distribusi BBM subsidi di wilayah industri seperti Manyar, Gresik. Ketergantungan masyarakat terhadap Pertalite masih sangat tinggi dibandingkan jenis BBM lainnya seperti Pertamax.
Kondisi ini menuntut peran aktif pengelola SPBU dan pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi, agar antrean tidak terus berulang dan mengganggu mobilitas warga. Hingga Sabtu malam, petugas SPBU tampak terus melayani pengendara secara bergantian guna mengurai kepadatan.