Luis de la Fuente kecam 'kekasaran ekstrem' Uruguay dan keputusan VAR, berharap Spanyol dapat pertandingan 'normal' di babak gugur Piala Dunia
Dewi Rahayu June 28, 2026 03:06 AM

Luis de la Fuente mengkritik pendekatan fisik Uruguay dan mempertanyakan penggunaan VAR setelah Spanyol memastikan posisi teratas di grup Piala Dunia mereka. Pelatih La Roja itu berharap ada peningkatan kualitas kepemimpinan wasit di babak gugur setelah laga keras tersebut membuat timnya menghadapi kekhawatiran baru terkait cedera pemain.

Spanyol harus bekerja keras melawan ujian berat dari Uruguay

Spanyol memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia sebagai juara grup setelah menang tipis 1-0 atas Uruguay di Estadio Guadalajara. Namun, De la Fuente menilai pertandingan tersebut lebih didominasi oleh permainan keras ketimbang gaya sepak bola berbasis penguasaan bola yang biasa diperagakan timnya. Pelatih Spanyol itu memuji para pemainnya karena mampu bertahan dalam laga yang menuntut fisik tinggi, meski ia mengakui pertandingan itu menjauh dari gaya bermain ideal yang ingin diterapkan. Ia juga menilai pendekatan agresif Uruguay memaksa Spanyol bermain di ambang batas sepanjang pertandingan.

De la Fuente pertanyakan keputusan wasit

Berbicara setelah pertandingan, De la Fuente memuji ketangguhan para pemainnya namun juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit dan peran VAR. Meskipun Spanyol melaju sebagai juara grup, ia menilai para ofisial seharusnya bisa lebih tegas dalam mengendalikan kerasnya permainan.

"Saya tetap mengagumi Marcelo Bielsa, karena pertandingan dimainkan oleh para pesepak bola," ujar De la Fuente. "Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat menuntut, dan kami harus menerima situasinya. Ini bukan jenis pertandingan yang nyaman, tetapi di situlah peran wasit seharusnya terlihat. Mereka memaksa kami bermain di batas kemampuan, bermain sangat keras, namun kami mampu menghadapinya dengan baik."

"Setiap pertandingan berbeda. Kami tentu memiliki kekuatan lain dan menghargai gaya bermain lain, tetapi Anda harus bisa menang dalam segala jenis pertandingan. Tanpa bermain gemilang, kami mampu tampil sesuai kebutuhan. Ini pertandingan yang sangat berat, dan kami berhasil menjaga konsentrasi tinggi, menghindari banyak provokasi yang muncul."

"Setiap hari para pemain saya ingin berkembang. Dalam pertandingan yang benar-benar berlawanan dengan gaya bermain yang kami pahami, mereka tetap mampu beradaptasi. Memang sulit menjadi wasit. Saya memahami bahwa ada alat bantu seperti VAR yang seharusnya membantu. Saya berharap kami bisa bermain di pertandingan yang lebih normal mulai sekarang. Saya tidak ingin menimbulkan masalah dengan berkomentar lebih jauh soal wasit."

Spanyol hadapi kekhawatiran cedera jelang babak 32 besar

Pertandingan keras tersebut tampaknya meninggalkan dampak bagi Spanyol. Nico Williams menyelesaikan laga dengan rasa tidak nyaman secara fisik, sementara Yeremy Pino mengalami benturan di tulang selangka yang bisa mengancam kelanjutan partisipasinya di turnamen ini. Meski demikian, De la Fuente tetap puas dengan perkembangan timnya secara keseluruhan, meskipun ia mengakui bahwa Spanyol belum tampil maksimal dalam hal penguasaan bola.

"Saya orang yang sangat menuntut terhadap diri sendiri," aku De la Fuente. "Kami ingin menjadi lebih baik dari sekarang, tetapi sejauh ini kami sudah bermain sangat baik. Kami tampil fantastis selama setengah jam melawan Arab Saudi. Hari ini sulit untuk mengalirkan umpan dengan mulus. Itulah yang perlu kami perbaiki, menggerakkan bola dengan lebih cepat, sesuai tempo permainan kami biasanya."

Spanyol alihkan fokus ke babak gugur

Spanyol kini mengalihkan perhatian ke babak gugur, di mana De la Fuente berharap timnya bisa kembali memainkan gaya permainan yang lebih sesuai dengan karakter mereka. Kondisi Williams dan Pino akan terus dipantau secara ketat saat La Roja bersiap menghadapi laga babak 32 besar di Los Angeles Stadium pada 2 Juli, dengan lawan yang akan ditentukan pada hari terakhir fase grup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.