RSHS Ungkap Dampak Mengerikan Penyiksaan Brutal YTR di Bandung, Wajah Sulit Kembali Seperti Semula
Eri Ariyanto June 28, 2026 06:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami perempuan berinisial YTR usai diduga menjadi korban penyiksaan dan penyekapan selama lebih dari satu tahun di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Akibat kekerasan yang diduga dilakukan pelaku Taufik Hidayat, korban mengalami luka berat pada bagian wajah, terutama di area mulut dan hidung.

Tim dokter RSHS menyebut kerusakan jaringan yang dialami YTR tergolong sangat parah sehingga membutuhkan penanganan medis bertahap.

Korban telah menjalani operasi awal untuk membersihkan jaringan yang rusak sekaligus mencegah infeksi lebih lanjut.

Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan proses pemulihan wajah korban diperkirakan berlangsung panjang dan kompleks.

Dokter mengungkapkan bentuk wajah YTR kemungkinan besar sulit kembali seperti semula meski telah menjalani serangkaian tindakan rekonstruksi.

Selain pemulihan fisik, korban juga memerlukan pendampingan psikologis mengingat trauma berat yang dialaminya selama masa penyekapan.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena mengungkap dugaan kekerasan ekstrem yang dialami korban dalam waktu yang cukup lama.

Sementara itu, kepolisian masih terus mendalami perkara tersebut guna mengungkap seluruh rangkaian tindak pidana yang diduga dilakukan pelaku.

Baca juga: Komnas Perempuan Soroti Kasus Penyekapan Taufik Hidayat di Bandung: Masuk Katagori Femisida Intim

Seperti diketahui, dampak kekerasan fisik luar biasa yang dialami YTR (29), korban penyekapan biadab oleh Taufik Hidayat di Kabupaten Bandung, menyisakan kerusakan fisik yang teramat berat.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membeberkan bahwa korban mengalami kerusakan serius di area wajah yang membutuhkan penanganan operasi rekonstruksi jangka panjang.

Kondisi cedera yang dialami YTR begitu kompleks, mencakup kerusakan struktural pada beberapa organ vital di wajahnya akibat penganiayaan berulang selama dua tahun terakhir.

Kerusakan Serius dari Mulut hingga Pipi

Direktur Utama RSHS Bandung, dr Rachim Dinata Marsidi, mengungkapkan bahwa bagian terberat dari luka yang diderita korban berpusat pada area wajah.

Tim dokter bedah plastik ditargetkan melakukan operasi bertahap untuk merekonstruksi organ-organ wajah yang hancur.

"Itu kurang lebih lebih 3 bulan, kami akan bertahap melakukan rekonstruksi di wajah ini. Karena dari mulai mulut, hidung, pipi ya," ujar Rachim saat memberikan keterangan di RSHS Bandung di Jl. Pasteur No.38, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2026).

Rachim menegaskan bahwa tindakan medis ini murni untuk mengembalikan fungsi organ dasar, bukan operasi kosmetik estetika.

Mengingat parahnya tingkat kerusakan, tim dokter mengakui akan sangat sulit mengembalikan wajah korban seperti sediakala.

"Yang paling berat adalah di bagian wajah, dan ini direncanakan bertahap, namanya rekonstruksi ya."

"Jadi bukan kecantikan, ini adalah mengembalikan, rekonstruksi itu supaya bisa lagi mendekatilah. Kalau sempurna, sangat-sangat sulit," jelasnya.

WANITA DISEKAP PACAR - Terungkap kondisi miris wanita di Bandung yang disekap pacarnya selama tiga tahun. Bibir korban hilang, tubuhnya penuh memar dan sundutan rokok. ((Ist)/TribunBogor)

Bersihkan Infeksi Sebelum Masuk Meja Operasi

Sebelum operasi besar bedah plastik dimulai, tantangan utama tim medis saat ini adalah membersihkan luka-luka korban dari infeksi bakteri.

Area wajah YTR harus dipastikan benar-benar steril agar tindakan rekonstruksi tidak berujung kegagalan jaringan.

"Sampai saat ini dan mungkin beberapa hari ke depan, akan memperketat tidak boleh dijenguk. Karena yang datang nanti akan membawa kuman. Karena kalau ada infeksi, pasti tidak akan bisa sembuh," urai Rachim.

Demi menyelamatkan fisik dan psikologis YTR, pihak RSHS Bandung tidak main-main.

Manajemen bahkan telah membentuk tim raksasa khusus yang melibatkan 40 tenaga medis lintas disiplin ilmu, mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, psikiater, hingga ahli gizi, guna mengawal pemulihan korban secara total.

(TribunNewsmaker.com/TribunJabar.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.