TRIBUNNEWS.COM - Julukan nyeleneh untuk Boy Arnez dan catatan menawan pelatih Reidel Toiran mewarnai sukses Timnas Voli Putra Indonesia menjejak ke Final AVC Men's Cup 2026.
Jadwal final kejuaraan voli Asia AVC Mens' Cup 2026 pertemukan Korea Selatan vs Indonesia di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, Minggu (28/6) pukul 20.30 WIB.
Timnas Voli Putra Indonesia memastikan langkah ke final AVC Men's Cup 2026 setelah menumbangkan tuan rumah India dalam duel dramatis lima set pada babak semifinal.
Sedangkan Korea Selatan, untuk kali kedua akan menghadapi Indonesia di AVC Men's Cup 2026, setelah menundukkan Bahrain 3-1 di partai semifinal lainnya.
Menghadapi Korea Selatan pada Final AVC Men's Cup 2026 lebih dari sekadar perebutan gelar juara, namun juga revans bagi Indonesia. Sebab, pada preliminary phase Pool B, Boy Arnez dan kolega pernah takluk dari Heo Su-bong dan kolega.
Saat itu, tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor telak 0-3 (22-25, 22-25, 21-25).
Terlepas dari itu, sejumlah fakta menarik menghiasi keberhasilan Boy Arnez dkk. menggapai laga final, yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Catatan Manis Reidel Toiran
Siapa yang menyangka, penunjukkan Reidel Toiran sebagai caretaker menggantikan tugas Sergio Veloso di pinggir lapangan, akan berbuah manis dalam balutan capaian bersejarah.
Namun jika flashback ke musim awa 2010-an, Reidel Toiran merupakan pevoli yang sangat gemilang pada era kejyaan Surabaya Samator. Yap, kali pertama pengalamannya tiba di Indonesia sebagai pemain pada Proliga 2013.
Kala itu dia membela Samator. Bahkan dalam catatan sang pelatih, pria asal Kuba ini 4 kali membawa Surabaya Samator menjuarai Proliga.
Apakah berhenti sampai di situ? Tidak. Sejak memutuskan gantung sepatu dan memilih karier manajerial, pemilik nama lengkap Reidel Alfonso Gonzalez Toiran ini juga cukup impresif membesut Jakarta Bhayangkara Presisi.
Dua gelar juara Proliga edisi 2024 dan 2025 disumbangkannya bersama Jakarta Bhayangkara Presisi.
Baca juga: Jadwal Final Voli AVC Mens Cup 2026: Indonesia vs Korea Jam 20.30 WIB, Ajang Lunasi Dendam Boy Cs
Capaian prestise lain dari rekan sejawat Nizar Zulfikar, Rivan Nurmulki, Yuda Mardiansyah Putra, dan Rendy Tamamilang saat di Samator ini, juga mengharumkan nama Indonesia.
Tepatnya di AVC Men's Club Championship 2026, Reidel Toiran yang membesut Jakarta Bhayangkara Presisi sukses membawa tim voli milik korps Polri ini menjadi juara. Hasil itu juga menjadi torehan bersejarah karena untuk kali pertama ada klub Indonesia yang merajai AVC Men's Club Championship.
2. Final Pertama Indonesia di AVC Men's Cup
Seperti disinggung sedikit, ini menjadi final bersejarah bagi Timnas Voli Putra Indonesia. Sebab sepanjang partisipasi skuad voli putra Merah Putih, belum pernah menggapai partai final.
Capaian bersejarah di AVC Men's Cup 2026 ini akan klimaks, jika Indonesia sukses mengalahkan Korea Selatan dalam perebutan gelar juara. Di sisi lain juga membalaskan kekalahan pada pertemuan pertama di fase grup.
Korea Selatan menjadi satu-satunya tim yang memberikan kekalahan bagi Indonesia di AVC Men's Cup 2026. Su-bong dan kolega pada match pertama preliminary phase menundukkan Indonesia 3-0.
3. Julukan Nyeleneh Boy si MBG
Jika di laga melawan Oman, Farhan Halim keluar sebagai top skor, kali ini saat menundukkan India, giliran Boy Arnez yang mendapatkan spotlight.
Pevoli berusia 22 tahun ini tampil luar biasa dan keluar sebagai top skor pertandingan saat mengalahkan India 3-2, Sabtu (27/6) malam WIB. Boy Arnez menghasilkan 26 poin.
Menariknya, kegemilangan Boy Arnez Arabi membuatnya mendapatkan julukan yang melekat kuat terhadap dirinya.
Volimania Indonesia melabeli Boy Arnez dengan julukan MBG. Tentu saja ini merupakan akronim yang menggambarkan performa fantastis pevoli milik LavAni di AVC Men's Cup 2026.
MBG merupakan singkatan dari "Mas Boy Gacor".
Buktinya bisa dilihat dari statistik jumlah poinnya. Menukil dari laman resmi Volleyballworld, Boy Arnez Arabi berada di posisi kedua bursa top skor AVC Men's Cup 2026.
Pevoli yang juga memiliki julukan Boy "Sukhoi" ini total mencetak 106 poin, satu angka lebih sedikit dari top skorer sementara asal Kazakhstan, Vladislav Mastikhin.
(Tribunnews.com/Giri)