Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang pria yang mengaku berkewarganegaraan Indonesia ditangkap oleh kepolisian Jepang setelah diduga membobol sebuah toko perlengkapan rumah (home center) di Kota Nagaoka, Prefektur Niigata, dengan tujuan mencuri.
Polisi menangkap pria tersebut saat masih berada di dalam bangunan toko setelah alarm keamanan berbunyi.
Pria berusia 32 tahun itu diketahui bekerja sebagai karyawan perusahaan dan berdomisili di Kota Nagaoka
. Ia diamankan, Sabtu (27/6/2026) atas dugaan melanggar hukum terkait masuk ke bangunan secara ilegal serta melakukan percobaan pencurian.
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.15 dini hari waktu setempat di sebuah home center di Kota Nagaoka.
Saat itu, sistem alarm keamanan toko tiba-tiba aktif setelah tersangka diduga memasuki bangunan di luar jam operasional. Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi dan menemukan pria tersebut masih berada di dalam toko.
Baca juga: Kronologis Pencurian Terungkap di Rumah Angel Lelga, Curiga Ada Barang Hilang, ART Langsung Mengaku
Polisi kemudian langsung menangkapnya di tempat kejadian tanpa adanya laporan mengenai upaya pelarian.
Dalam pemeriksaan awal, pria tersebut mengakui perbuatannya kepada penyidik.
Ia mengaku sengaja masuk ke dalam toko untuk mengambil sebuah kunci koper.
"Saya masuk untuk mencuri kunci koper," ujar tersangka sebagaimana dikutip pihak kepolisian.
Meski demikian, penyidik masih mendalami motif pelaku serta memastikan apakah ada barang lain yang menjadi sasaran pencurian atau telah sempat diambil sebelum penangkapan dilakukan.
Selain itu, kepolisian Jepang juga masih melakukan verifikasi terhadap identitas pria tersebut. Dalam keterangan resmi, yang bersangkutan disebut sebagai "mengaku berkewarganegaraan Indonesia" (jishō Indonesia kokuseki), yang berarti status kewarganegaraannya masih berdasarkan pengakuan pribadi dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com