Rencana Prabowo Bidik 500 Sekolah Rakyat di 2029, 100 Titik Baru akan Dibangun Setiap Tahun
Azis Husein Hasibuan June 28, 2026 09:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat terus diperluas hingga mencapai 500 titik di seluruh Indonesia pada 2029. 

Program pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan Evaluasi Kebijakan Strategis Kementerian Sosial, Andy Kurniawan, mengatakan pemerintah menargetkan sedikitnya 100 Sekolah Rakyat dapat dibangun setiap tahun.

Saat ini, program tersebut telah berjalan di 166 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Andy, pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan dengan asumsi setiap kabupaten dan kota nantinya memiliki minimal satu sekolah.

Kehadiran program ini diharapkan dapat menjadi jalur afirmasi bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dalam mendapatkan pendidikan.

"Setiap tahun Presiden menargetkan membangun Sekolah Rakyat setidaknya 100 titik. Sehingga nanti pada tahun 2029 targetnya terbangun 500 titik," kata Andy dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, target tersebut didasarkan pada asumsi bahwa setiap kabupaten dan kota minimal memiliki satu Sekolah Rakyat.

Dia mengatakan Sekolah Rakyat merupakan upaya afirmasi bagi masyarakat yang berada di garis kemiskinan.

"Apakah itu cukup? Mungkin tidak, tetapi itu setidaknya target yang bisa kita kejar dan lakukan untuk mengafirmasi mereka yang berada di garis kemiskinan," ujarnya.

Andy menegaskan, pemerintah berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia sehingga tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar pemerintah di sektor pendidikan bersama sekolah negeri dan Sekolah Garuda. 

Ketiganya memiliki fungsi berbeda, namun mengarah pada tujuan yang sama, yakni mencetak Generasi Emas 2045.

Andy mengibaratkan sistem tersebut seperti jalan tol dengan beberapa lajur. 

Sekolah negeri menjadi jalur utama yang dapat diakses seluruh anak usia sekolah, Sekolah Garuda menjadi jalur akselerasi bagi siswa bertalenta istimewa, sedangkan Sekolah Rakyat menjadi jalur afirmasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan mengakses pendidikan.

"Semua lajur jalan tol ini menuju satu tujuan, yaitu Generasi Emas 2045. Kita tidak bisa meninggalkan satu pun dari mereka untuk tidak bisa menikmati pendidikan," ujarnya.

Selain itu, Andy menilai pendidikan menjadi instrumen paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. 

Menurutnya, berbagai program bantuan sosial yang selama ini dijalankan belum sepenuhnya mampu menghapus kemiskinan turun-temurun.

Ia menyebut data yang dimiliki pemerintah menunjukkan sekitar 64 persen anak yang berasal dari keluarga miskin berpotensi kembali hidup dalam kemiskinan pada generasi berikutnya.

Karena itu, Sekolah Rakyat dirancang agar anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang lebih baik sehingga memiliki peluang meningkatkan taraf hidup.

Sekolah Rakyat 

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. 

Program ini bertujuan mengurangi hambatan ekonomi terhadap pendidikan sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Sasaran peserta: Anak-anak usia sekolah dari keluarga yang termasuk dalam kelompok miskin atau miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah, dengan mekanisme seleksi dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Biaya: Pendidikan, asrama, makan, dan kebutuhan dasar peserta didik ditanggung oleh pemerintah.

Model pendidikan: Menggunakan sistem berasrama (boarding school), sehingga siswa tinggal di lingkungan sekolah selama masa pendidikan.

Jenjang: Dikembangkan untuk beberapa jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, bergantung pada lokasi dan tahap pelaksanaan program.

Tujuan: Selain memberikan pendidikan akademik, program ini juga menekankan pembentukan karakter, keterampilan hidup, kedisiplinan, serta pengembangan potensi siswa.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.