TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lebih dari 260 organisasi masyarakat sipil akan berkumpul dalam Konsolidasi Nasional Konferensi Republik, Minggu (28/6/2026) hari ini di Salemba.
Konsolidasi Nasional akan berlangsung mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB di Ruang Kimia FK UI, Salemba, Jakarta Pusat.
Ratusan organisasi itu berkumpul untuk mengambil tiga keputusan pokok soal arah gerakan sipil setelah ini.
Baca juga: Konsolidasi Sekolah Rakyat 2026, Gus Ipul Tekankan Integritas dan Kualitas Peserta Didik
Acara ini melanjutkan Konferensi Republik di UGM Yogyakarta, 30 Mei 2026 lalu.
Di UGM keresahan bersama dirumuskan; di Salemba peserta menetapkan langkah konkretnya.
Di tengah ruang sipil yang terus menyempit, ratusan organisasi yang biasanya bergerak sendiri-sendiri memilih bekerja dari satu meja.
Hasil konsolidasi ini akan ikut menentukan agenda gerakan sipil dalam beberapa bulan ke depan.
Sebelumnya Konferensi Republik digelar di Universitas Gadjah Mada pada 30 Mei 2026 di University Club UGM, Yogyakarta.
Konferensi ini mengambil tema: "Meneguhkan Civil Society Pilar Republik."
Forum ini mempertemukan organisasi masyarakat sipil, akademisi, aktivis, dan tokoh publik untuk membahas peran masyarakat sipil dalam demokrasi Indonesia.
Ketua panitia adalah Sudirman Said.
Menurut panitia, konferensi dimaksudkan sebagai konsolidasi berbagai gerakan masyarakat sipil agar dapat membangun agenda bersama.
Isu yang dibahas antara lain kondisi demokrasi, supremasi hukum, pemberantasan korupsi, tata kelola pemerintahan, serta penguatan masyarakat sipil.
Forum tersebut menghasilkan tiga rekomendasi utama, yaitu:
Selain itu, peserta memberikan mandat kepada Sudirman Said dan Yanuar Nugroho untuk menindaklanjuti hasil konferensi.
Konferensi ini merupakan forum masyarakat sipil yang diselenggarakan di lingkungan UGM, bukan konferensi resmi yang mewakili sikap institusional UGM sebagai universitas.