BANJARMASINPOST.CO.ID - Viral di media sosial, video memperlihatkan seorang pria jalan kaki dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pada momen di video tersebut, laki-laki itu tengah melintas di jalan sekitar Masjid Jami At-Taqwa, Kelurahan Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.
Dia menuju kawasan Sekumpul di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.
Jarak kedua tempat itu sekitar 170 km hingga 190 km melalui Jalan Trans Kalimantan.
Baca juga: Massa Mahasiswa Jalan Kaki Menuju DPRD Tanahlaut, Bawa Aspirasi Nelayan Tertindas
Bila menggunakan kendaraan roda empat, perjalanan ini biasanya memakan waktu tempuh sekitar 4-5 jam.
Kembali ke pria pejalan kaki tadi, ada karton bertuliskan huruf kapital pada tas ranselnya.
Bunyinya: JALAN KAKI DARI MEDAN KE SEKUMPUL KALSEL
Berdasar penulusuran Banjarmasinpost.co.id, jarak dari Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ke Sekumpul Martapura Kalsel, mencapai 3.213 km atau 1940 mil.
Bila ditempuh lewat jalur darat menggunakan mobil, perlu waktu sekitar 71 jam 29 menit.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @peristiwakalsel, Sabtu (27/6/2026), lelaki pejalan kaki tadi melangkah menggunakan tongkat.
Pakaiannya tertutup. Kemungkinan untuk menahan panas dan memimalisasi terhirup debu jalanan.
Selain itu ada bendera Merah Putih yang dicantolkan pada ranselnya.
Hingga saat ini, identitas dan tujuan dia jalan kaki ribuan kilo melintasi tiga pulau, yakni Sumatera, Jawa dan Kalimantan, belum diketahui.
Yang pasti, aksi pria tersebut ramai menjadi perbincangan usai videonya beredar di grup relawan di Kalteng dan Kalsel.
Melansir dari beberapa sumber, berjalan kaki ribuan kilometer secara ekstrem membebani tubuh dan memicu berbagai risiko fisik yang serius.
Masalah Sendi dan Tulang: Menempuh jarak ekstrem memicu peradangan sendi (osteoartritis) dan risiko patah tulang akibat tekanan berulang atau overuse injury.
Kerusakan Otot: Kelelahan ekstrem menyebabkan sindrom atrofi atau robekan mikro pada serat otot.
Dehidrasi dan Kelelahan Ekstrem: Berjalan di bawah terik matahari secara konsisten meningkatkan risiko heatstroke dan penurunan fungsi ginjal akibat dehidrasi berat.
Luka Fisik: Kaki sangat rentan mengalami lecet parah, lepuh, dan infeksi bakteri jika alas kaki tidak memadai.
Aktivitas fisik harian dalam batas wajar sangat dianjurkan untuk kesehatan jantung dan penurunan risiko kematian, seperti berjalan sekitar 4.400 hingga 10.000 langkah atau sekitar 8 km per hari.
Namun, memaksakan hingga ribuan kilometer tanpa persiapan fisiologis yang tepat justru berbahaya.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)