Tanpa Sponsor dan EO, Ribuan Santri Gontor Ponorogo Sukses Sajikan Pertunjukan Megah di DASS
Samsul Arifin June 28, 2026 09:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Puncak peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor berlangsung meriah melalui pagelaran Darussalam All Star Show (DASS) yang menyedot perhatian ribuan masyarakat.

Lapangan sepak bola Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Sabtu (27/6/2026) malam, berubah menjadi panggung kolosal yang memadukan seni, budaya, dan nilai-nilai pendidikan karakter.

Lebih dari 1.200 santri dan guru dari Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 1 dan Kampus 2 tampil dalam satu pertunjukan spektakuler.

Seluruh rangkaian acara, mulai dari konsep, latihan, pembuatan properti hingga penyediaan sarana pendukung, dikerjakan secara mandiri oleh warga pondok tanpa mengandalkan sponsor maupun tenaga profesional dari luar.

Kemegahan pertunjukan tak hanya terlihat dari tata panggung dan koreografi yang megah, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang diperlihatkan para santri dan guru.

DASS menjadi simbol perjalanan panjang Gontor selama satu abad dalam mendidik generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta jiwa pengabdian.

Riuh tepuk tangan ribuan penonton terus menggema sepanjang pertunjukan berlangsung. Berbagai penampilan seni yang disuguhkan berhasil memikat perhatian masyarakat, sekaligus memperlihatkan hasil proses pendidikan yang selama ini diterapkan di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Bagi Gontor, DASS bukan sekadar panggung hiburan. Pagelaran yang hanya digelar setiap satu dekade ini menjadi ruang ekspresi sekaligus media pendidikan, di mana setiap proses persiapannya diyakini sebagai bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, keikhlasan, dan tanggung jawab para santri maupun guru.

Baca juga: Pondok Pesantren Darussalam Gontor Gelar Forum Pendidikan Islam Dunia Jelang Peringatan 1 Abad

Pembukaan DASS 100 Tahun Gontor Disambut Gemuruh Tepuk Tangan

Pantauan TribunJatim.com, pembukaan DASS 100 Tahun Gontor langsung menggelegar.

Dua santri Pondok Modern Darussalam Gontor membawakan lagu tema (OST) DASS sebelum ribuan santri dan guru memenuhi panggung utama.

Suasana semakin semarak ketika pesta kembang api mengiringi pembukaan acara. Penampilan pembuka itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Berbagai pertunjukan kemudian ditampilkan, mulai dari drama, Reog Ponorogo, tari-tarian daerah, tari Jepang, tari India, hingga konser musik yang dikemas secara apik oleh santri dan guru Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 1 di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, serta Kampus 2 di Desa Madusari, Kecamatan Siman.

DASS menjadi panggung kreativitas santri dan guru yang hanya digelar setiap 10 tahun sekali. Berbeda dengan Drama Arena maupun Panggung Gembira, seluruh guru turut ambil bagian dalam pertunjukan kolosal tersebut.

Baca juga: Dari Santri ke Profesional EO, Sosok Muhammad Akbaryadi Ambil Peran di FORBIS 100 Tahun Gontor

Disiapkan Tiga Pekan sebagai Bagian Pendidikan Karakter

Ketua DASS, Al-Ustadz Hasan Mutaqin, menegaskan bahwa penyelenggaraan DASS merupakan bentuk rasa syukur atas usia Gontor yang telah mencapai 100 tahun sekaligus implementasi pendidikan karakter yang diterapkan di pesantren.

“Gabungan dari Pondok Gontor 1 dan 2. Yang jumlahnya lebih dari 1.200 guru dan santri. Mereka telah mempersiapkan acara kurleb 3 minggu,” ungkap Ketua DASS Al-Ustadz Hasan Mutaqin, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, keterlibatan lebih dari 1.200 santri dan guru tidak hanya pada penampilan di atas panggung, tetapi juga dalam penyediaan sarana prasarana, pembuatan properti, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya.

“Kami meyakini bahwa setiap gerak, setiap nada, setiap karya dan setiap tetes keringat jerih payah santri dan guru adalah sebuah proses dari pendidikan yang membentuk karakter, kepribadian, kedisiplinan dan keikhlasan,” tegasnya.

Pimpinan Gontor: Hampir Seluruhnya Dikerjakan dari Dalam Pondok

DASS secara resmi dibuka oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.

Dalam sambutannya, K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa hampir seluruh penyelenggaraan DASS merupakan hasil karya warga pondok sendiri.

“Saya sama Pak Akrim cuma 5 persen. Lainnya anak-anakku semua,” ungkap Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Ia kemudian mengenang perjalanan peringatan hari jadi Gontor sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Kemudian mengikuti 40 tahun Pondok Modern, tahun 1967. Kemudian mengikuti lagi 50 tahun, 1978. Sebenarnya tahun 1976 tapi diperingati 1978,” kenangnya.

Kini, saat Gontor memasuki usia satu abad, ia mengaku hanya mengambil porsi kecil dalam kepanitiaan karena seluruh proses dipercayakan kepada generasi penerus.

“Acara ini jujur saja saya katakan, saya dengan Pak Akrim hanya 5 persen ikut dalam kepanitiaan ini. Karena anak-anak ini generasi untuk 200 tahun yang akan datang,” terangnya.

Menurutnya, hampir seluruh kebutuhan penyelenggaraan berasal dari dalam lingkungan pondok.

“Dari penyelenggaraannya, penampilan dan fasilitas semuanya insya Allah 95-99 persen dari dalam Pondok Modern Darussalam Gontor,” tuturnya.

Ia menambahkan, DASS dibangun atas semangat kebersamaan, pengorbanan, dan kesungguhan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT sekaligus hiburan bagi masyarakat.

“DASS ini pertama untuk mengingat Allah, bersyukur kepada Allah dan bertambah beribadahnya,” pungkasnya.

DASS Jadi Etalase Pendidikan Menuju Abad Kedua Gontor

Dalam puncak peringatan 100 tahun PMDG, DASS hadir sebagai ruang ekspresi yang menampilkan perpaduan nilai-nilai pendidikan yang menjadi ruh Gontor.

Melalui keterlibatan ribuan santri dan guru sejak tahap perencanaan hingga pementasan, DASS menjadi bukti bahwa sistem pendidikan Gontor tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama dalam bingkai nilai-nilai Islam.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, DASS 100 Tahun Gontor menjadi etalase perjalanan panjang pengabdian Pondok Modern Darussalam Gontor dalam mencetak kader umat dan pemimpin bangsa. Momentum ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas sekaligus menegaskan komitmen Gontor dalam menjaga nilai-nilai pendidikan untuk menghadapi tantangan pada abad kedua pengabdiannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.