TRIBUNSUMSEL.COM - Penyanyi Tantri Kotak mengungkap kronologi dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh seorang perempuan yang telah dikenalnya selama hampir lima tahun.
Menurut Tantri, terduga pelaku bukan orang asing, melainkan teman dekat yang dikenalnya dari komunitas orang tua murid di sekolah anak mereka.
"Kita temenan dari komunitas ibu-ibu sekolah. Aku kenal dia sejak anak pertama aku masih TK, sudah hampir lima tahun," ujar Tantri saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026).
Kedekatan mereka bahkan terjalin hingga ke luar lingkungan sekolah. Tantri mengaku beberapa kali menghabiskan waktu bersama, termasuk berlibur bersama keluarga maupun sesama teman perempuan.
Baca juga: Sosok PN, Sahabat Tega Tipu Tantri Kotak hingga Bawa Kabur Uang Rp10 Miliar, Diberi Waktu Mediasi
Karena hubungan yang sudah terbangun cukup lama, Tantri tidak pernah menaruh rasa curiga terhadap sosok tersebut.
Pada 2025, perempuan itu diketahui bekerja di bidang penjualan dan menawarkan sebuah produk investasi kepada Tantri serta sejumlah rekannya. Saat itu, terduga pelaku mengaku membutuhkan bantuan untuk memenuhi target pekerjaan.
"Awalnya dia bilang butuh bantuan investasi supaya posisi pekerjaannya stabil. Karena kami berteman, kami percaya saja," kata Tantri.
Status terduga pelaku sebagai ibu tunggal juga membuat Tantri dan teman-temannya semakin tergerak untuk membantu.
Selama kurang lebih satu tahun, investasi yang ditawarkan berjalan lancar sehingga menumbuhkan kepercayaan para investor, termasuk Tantri.
"Semua terlihat baik-baik saja. Teman-teman di komunitas juga merasa aman. Prosesnya lama dan bertahap sampai akhirnya kami yakin investasi itu memang benar," ujarnya.
Tantri menilai terduga pelaku sangat piawai membangun kepercayaan dan meyakinkan orang-orang di sekitarnya.
Menurutnya, perempuan tersebut berhasil menciptakan citra sebagai sosok yang membutuhkan bantuan sekaligus ingin membantu orang lain.
Kecurigaan mulai muncul ketika Tantri berniat menghentikan investasinya pada pertengahan Juni 2026 karena ingin mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan anak.
Namun, ia mengaku kembali diyakinkan oleh terduga pelaku untuk menambah dana investasi.
"Aku sempat mau berhenti karena harus menyiapkan biaya sekolah anak-anak. Tapi dia kembali meyakinkan dan bilang juga membutuhkan dana untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya," jelas Tantri.
Tantri kemudian melakukan transfer dana pada 18 dan 19 Juni 2026. Namun, beberapa jam setelah transaksi terakhir dilakukan, terduga pelaku tidak lagi bisa dihubungi.
Awalnya Tantri masih berusaha berpikir positif. Namun setelah dua hari tanpa kabar, ia mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
"Setelah 1x24 jam tidak ada kabar, lalu 2x24 jam juga tidak ada kabar. Saat dicari, media sosialnya sudah dihapus semua," ungkapnya.
Kasus dugaan penipuan tersebut kini menjadi perhatian publik setelah Tantri membeberkan pengalamannya dan mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi, termasuk yang datang dari orang terdekat.
Sumber: Grid.id