Tol Lingkar Pekanbaru Tembus 77 Persen, Mudahkan Arus Logistik Jambi-Riau
Darwin Sijabat June 28, 2026 09:49 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Jaringan jalan tol Trans Sumatera (JTTS) yang mengoneksikan sirip tengah dan timur Sumatera antara  Provinsi Jambi dan Riau terus menunjukkan kemajuan signifikan. 

Proyek strategis ini nantinya tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal, melainkan menjadi kunci kelancaran arus distribusi logistik kontinu dari wilayah selatan, termasuk Jambi, menuju koridor utara Sumatera.

Sinergi Evaluasi di Lapangan

Berdasarkan data terbaru dari dokumentasi resmi, PT Hutama Karya (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Riau—yang diwakili oleh Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau—baru saja menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi bersama. 

Agenda rutin ini sengaja diintensifkan guna menyatukan langkah taktis di lapangan.  

Evaluasi tersebut memastikan seluruh tahapan pembangunan infrastruktur strategis nasional ini berjalan efektif, terukur, aman, serta tepat sesuai target waktu yang telah dicanangkan bersama.

Progres Fisik dan Fungsi Strategis Trans Sumatera 

Berdasarkan visualisasi teknis, Proyek jalan tol Lingkar Pekanbaru dirancang sepanjang 30,5 kilometer.  

Hingga saat ini, performa proyek mencatatkan kurva positif dengan progres konstruksi fisik mencapai 77,84 persen, disusul capaian pembebasan sisa pengadaan lahan yang menyentuh angka 86,25 persen. 

Baca juga: Update Progres Jalan Tol Jambi-Palembang: Tembus 58 Persen

Baca juga: Janji Tawuran di Sungai Toman, Geng Motor Jambi Digulung Polisi

Secara geopolitik ekonomi, ruas lingkar ini memegang peran krusial sebagai koridor integrasi utama yang mengunci keterhubungan antara jalan tol Pekanbaru–Koto Kampar dan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai.  

"Mewujudkan konektivitas yang lebih baik membutuhkan kerja sama dari banyak pihak," tulis manajemen Hutama Karya dalam keterangan resminya. 

Bagi pergerakan ekonomi regional, rampungnya sirkulasi tol lingkar ini akan memotong simpul kemacetan di jalan arteri.  

Hal ini secara langsung meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, memperluas penciptaan lapangan kerja baru, serta memangkas waktu tempuh armada logistik bertonase besar yang bergerak aktif dari arah koridor Jambi dan Sumatera Selatan menuju gerbang pelabuhan di Dumai.

Konstruksi Tol Jambi-Palembang Terhambat Pembebasan Lahan 

Impian masyarakat Provinsi Jambi untuk menikmati konektivitas penuh menuju Kota Palembang melalui jalan tol Trans Sumatera (JTTS) tampaknya masih harus membentur dinding kesabaran. 

Berdasarkan data evaluasi terbaru per Juni 2026, terjadi ketimpangan (gap) progres konstruksi yang cukup mencolok antara ruas tol di wilayah Sumatera Selatan dengan ruas tol penyambung yang menuju ke arah Jambi.

Ketimpangan Progres Fisik di Lapangan

Rilis data performa proyek dari PT Hutama Karya (Persero) mengonfirmasi bahwa jalur Tol Palembang–Betung sepanjang 69,19 km saat ini sudah berada di fase akhir dengan progres konstruksi menyentuh 83,00 persen dan pembebasan lahan sebesar 87,45 persen.

Sebaliknya, rute krusial yang paling dinantikan warga Jambi, yakni jalan tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,7 km, progresnya justru tertinggal jauh di angka 59,47 persen dengan pengadaan lahan yang baru berjalan 69,18 persen. 

Alasan di balik jomplangnya angka ini tidak lain karena peliknya pembebasan sisa lahan di wilayah administratif Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba).

Menyikapi ketimpangan progres tersebut, Hutama Karya langsung bergerak agresif mengepung sisa lahan di Betung yang menjadi penentu tersambungnya tol ke Provinsi Jambi. 

Di wilayah Banyuasin, tim HK menggelar audiensi ketat dengan Bupati Askolani pada Rabu (4/6/2026) demi mengurai sengketa tanah di titik krusial: Simpang Sebidang Exit Tol Pangkalan Balai dan Simpang Sebidang Exit Tol Betung.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan percepatan ini mutlak dilakukan demi masa depan ekonomi regional.

Baca juga: Gamang Masyarakat dalam 5 Tahun Ketidakpastian Ganti Rugi Lahan Tol Jambi-Rengat

Baca juga: Pria di Tanjab Barat Luka-Luka akibat Sabetan Senjata Tajam Tadi Pagi

”Hutama Karya mengapresiasi dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam membantu penyelesaian berbagai kendala pengadaan lahan yang masih dihadapi di lapangan. Melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis proses pengadaan lahan dapat diselesaikan secara bertahap sehingga pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung dan Betung–Tempino-Jambi dapat berjalan sesuai target," urai Hamdani.

Musi Banyuasin Turunkan Tim Khusus ke Lokasi

Tak hanya di Banyuasin, koordinasi darurat sebagai tindak lanjut risalah Kantor Staf Presiden (KSP) juga digulirkan bersama Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husein, pada Rabu (3/6/2026). 

Sektor lahan pada Seksi 1, Seksi 2A, dan Seksi 2B yang menjadi teritori Muba langsung diintervensi oleh pemda setempat melalui rencana kunjungan lapangan (site visit) guna memutus sengketa administratif.

“Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mendukung penuh PSN, termasuk Jalan Tol Betung-Tempino–Jambi, dan siap mencarikan solusi atas permasalahan lapangan seperti pengadaan tanah. Pemkab akan melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin untuk memantau serta memaksimalkan percepatan pelaksanaan pengadaan tanah dan pembangunan di lapangan,” tegas Abdur Rohman Husein.

Bagi Provinsi Jambi, beresnya proyek di area Betung ini adalah harga mati. 

Jika pembebasan lahan di area penyambung ini terus molor, maka status Tol Jambi yang saat ini sedang dikebut pengerjaannya terancam menjadi jalur tol yang "terisolasi" karena tidak mampu terhubung langsung ke arah Palembang maupun Lampung secara utuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.