SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 Tantang Pelari di Kategori Baru 21K Half Marathon
Joko Widiyarso June 28, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhelatan olahraga tahunan yang mengintegrasikan semangat hidup sehat dan penguatan ekonomi kerakyatan, SiBakul Jogja Sport & Fest (SJSF) 2026, siap kembali digelar pada 12–13 September 2026 mendatang.

Menginjak tahun keempat penyelenggaraannya, acara ini mendobrak tradisi dengan merilis kategori Half Marathon (21K) dan berkolaborasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Yogyakarta untuk menjaring bibit atlet melalui kategori khusus Pelajar.

Lebih dari sekadar ajang lari, SJSF 2026 didesain sebagai etalase dan pendorong kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, S.P., M.T., menegaskan bahwa muara dari kegiatan ini adalah perputaran ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

"Atas dasar upaya-upaya pembinaan, harapannya UMKM ini bisa naik kelas. Jadi UMKM naik kelas, koperasi tangguh. Pada penerapannya, ini bagi kita termasuk tempat yang kita tempati saat ini adalah Teras Malioboro, wisata belanja di Jogja, merupakan tempat relokasi eks pedagang kaki lima di sepanjang selasar Jalan Malioboro. Ini sudah kita tata sedemikian rupa dan sudah berjalan, dan bisa memanfaatkan tempat ini untuk bertransaksi yang pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas mereka bisa menjadi UMKM naik kelas. Betul, UMKM SiBakul itu adalah etalase, jadi di sana akan terpajang produk-produk UMKM yang bisa ditransaksi," papar Agus di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu (27/6) malam.

Kolaborasi antar-sektor juga menjadi fondasi utama. Menurut Agus, ekosistem ini didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk Astra Financial dan Bank BPD DIY.

"Tentunya kami mengharapkan adanya peningkatan transaksi yang nantinya kembali lagi akan meningkatkan pendapatan mereka. Dan ini berkontribusi nyata pada peningkatan ekonomi mereka dan ekonomi wilayah, termasuk tempat kita saat ini, dan nantinya pada waktu pelaksanaan. Muara akhirnya, peningkatan transaksi bagi UMKM yang berpartisipasi," tambahnya.

Dukungan pendanaan dan strategis juga mengalir dari Pemerintah Daerah DIY melalui Dana Keistimewaan. Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Kurniawan, S.Sos., S.E.Akt., M.Ec.Dev., menilai SJSF selaras dengan visi menjaga karakter Yogyakarta.

"Jadi keistimewaan itu kan memang harus hadir di ruang publik ya. Karena apa? Karena agar kemudian identitas karakter keistimewaan itu tetap menjadi bagian yang ada di tengah-tengah masyarakat kita," ujar Wawan.

Wawan menambahkan, "Makanya ada dua yang cukup kuat saat ini ya, yang bisa memperkuat karakter identitas keistimewaan kita. Yang pertama adalah melalui event sport ya. Ini event yang paling efektif ya saat ini buat mempromosikan budaya maupun wisata ya. Kemudian yang kedua, festivalnya. Saya kira festivalnya ini menjadi sesuatu yang juga memperkuat ya karakter kita ya, Jogja ya, dengan kekuatan ekonominya yang bertumpu pada UMKM ya. Jadi ada dua hal itu yang memang harus kita support karena itu bentuk kehadiran kami ya, keistimewaan di ruang-ruang publik."

Dari sisi teknis, panitia SJSF 2026 melakukan sejumlah penyesuaian signifikan, terutama dengan masuknya kategori 21K. Kapasitas pelari dibatasi pada angka 5.000 peserta demi menjamin kenyamanan berlari di tengah kota.

Rostian, perwakilan panitia SJSF, menjelaskan, "Di half marathon ini tentu target kita bukan cuman pelari lokal, nasional tentunya, di mana di sini juga nanti pastinya akan berefek pada perekonomian. Rute pun memang ada perubahan tentunya untuk menyesuaikan half marathon-nya dengan rute-rute yang lebih heritage ya, masuk ke area-area yang itu mempunyai value-value ikon-ikon di Jogja, kita lewatin semua, kita coba lewatin. Di situ tetep utamanya kenyamanan pelari sih dari kami dari sisi teknis."

Perlombaan ini mengusung sistem tertutup (closed) untuk warga negara Indonesia (WNI) dalam perebutan juara. Warga Negara Asing diperbolehkan mendaftar, namun tidak berhak naik podium. Tarif Early Bird yang dipatok adalah Rp185.000 untuk 5K, Rp225.000 untuk 10K, dan Rp400.000 untuk 21K (dari harga normal Rp475.000).

Terkait manajemen risiko, panitia memajukan jam keberangkatan (flag-off) untuk meminimalisasi paparan cuaca panas dan kepadatan lalu lintas, serta menyiagakan titik medis kolaboratif hingga rumah sakit rujukan.

"Yang jelas agak sedikit berubah, kita rubah jam start yang itu lebih dini, di mana half marathon nanti akan start di jam 04.45. Memang masih agak gelap, namun itu yang kami rasa cukup safety untuk melewati rute-rute tersebut. Lalu dilanjut berikutnya di 10K di 05.15, dan terakhir di 5K di jam 05.30," urai Rostian.

Satu inovasi krusial tahun ini adalah hadirnya kategori Pelajar yang pendaftarannya baru akan dibuka pada Senin, 29 Juni 2026, pukul 20.00 WIB. Ketua PASI Kota Yogyakarta, Fajar Kurniawan, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya strategis mengatasi krisis atlet lari jarak menengah dan jauh di kalangan pelajar.

"Kami butuh menjaring bibit-bibit atlet untuk kami bina dan bisa mengikuti kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap melalui event SiBakul ini, itu bisa menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit khususnya untuk pelari 5.000 dan 10.000 meter. 5 atau 10, karena memang Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar itu masih sangat minim pelari 5.000/10.000 untuk kategori pelajar," papar Fajar.

Ia menyoroti banyak anak usia sekolah memiliki catatan waktu sangat tajam di road race—seperti menembus 18 menit untuk 5 kilometer—namun kerap kalah saing secara usia karena perlombaan umum tidak memisahkan kategori umur, sehingga mereka gagal naik podium.

Guna menarik minat pelajar dan memberikan benefit konkret, prestasi di SJSF 2026 tidak hanya diukur dari medali, melainkan nilai akademis. Acara ini akan diintegrasikan dengan Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Jadi nanti setelah ini didaftarkan di Pusat Prestasi Nasional, kemudian juara 1, 2, 3 itu akan mendapatkan konversi nilai sesuai dengan Peraturan Gubernur, kalau di DIY Peraturan Gubernur Nomor 95 terkait besarnya konversi nilai. Kemudian di kabupaten/kota diatur di Peraturan Bupati/Wali Kota. Itu ada event-nya gitu. Tapi syaratnya harus terdaftar di Pusat Prestasi Nasional," pungkas Fajar, memastikan PASI Kota akan memfasilitasi pendataan tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.