Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Ribuan warga Kabupaten Lampung Tengah memadati Lapangan Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah, sejak Minggu (28/6/2026) pagi.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan dan Wisatawan Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer
Kedatangan mereka bertujuan menantikan kehadiran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan Festival UMKM di wilayah tersebut.
Sejak pagi, suasana di lokasi terlihat padat.
Warga dari berbagai unsur masyarakat mulai dari kelompok relawan hingga ibu rumah tangga tampak memenuhi area yang telah disiapkan panitia dengan tenda-tenda.
Di antara kerumunan tersebut, terlihat sekelompok relawan yang kompak mengenakan kaus putih.
Mereka tampak berkumpul dan menunggu di beberapa titik sekitar panggung utama.
Salah satu di antaranya adalah Gatot, warga Kampung Siritirejo, Kencong, yang datang bersama rombongan dari desanya.
Ia menempuh perjalanan sekitar 15 menit untuk menghadiri acara tersebut.
“Tujuannya ke sini mau melihat Pak Jokowi datang. Dari dulu memang sudah nge-fans,” ujar Gatot, Minggu (28/6/2026).
Gatot tidak datang sendiri. Ia mengaku bersama puluhan warga lain dari kampungnya yang tergabung dalam kelompok relawan Brigade Rakyat Nusantara.
Mereka mengenakan kaus dengan gambar Jokowi dan tulisan “Relawan Orang Kampung” di bagian belakang.
Ia juga menyampaikan harapannya terkait dampak kehadiran Jokowi di daerah tersebut.
“Harapannya, masyarakat bisa semakin maju. Intinya lebih diperhatikan dan aspirasi masyarakat bisa didengar,” katanya.
Di sisi lain, rombongan ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Putih juga terlihat memenuhi area acara.
Mereka mengenakan pakaian seragam berwarna merah dan tampak antusias mengikuti kegiatan sambil menunggu kedatangan Presiden.
Salah satu peserta, Surtiningsih, perwakilan warga Gajah Timur 4, mengatakan ia datang bersama keluarganya untuk mengikuti kegiatan sekaligus berharap dapat bertemu langsung dengan Jokowi.
Selain itu, ia juga menyampaikan harapannya terkait infrastruktur di wilayahnya.
“Saya berharap jalan di Gajah Timur 4 bisa diperbaiki seperti yang sudah dibangun di Rumbia,” ujarnya.
Ratusan massa aksi yang didominasi ibu-ibu mengenakan gamis hitam menggelar demonstrasi besar di kawasan Bundaran Adipura, Sabtu (27/6/2026), di tengah kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Bandar Lampung.
Aksi tersebut dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML).
Tidak hanya berorasi di lokasi awal, massa juga mengancam akan melakukan long march menuju Gedung Rimbawan, lokasi di mana Jokowi diketahui tengah menghadiri Rakorda PSI Kota Bandar Lampung, yang berjarak sekitar 700 meter dari titik aksi.
Pantauan di lokasi, massa tiba di pusat kota menggunakan satu unit mobil komando dan tiga unit bus besar.
Sambil membawa berbagai atribut, mereka menyuarakan mosi tidak percaya serta penolakan terhadap kehadiran Jokowi di Bumi Ruwa Jurai.
Koordinator lapangan aksi, Gunawan Parikesit, menegaskan bahwa Bundaran Adipura hanya menjadi titik transit konsolidasi. Ia menyebut tujuan utama massa adalah mendatangi langsung lokasi keberadaan Jokowi.
“Orang yang kita tolak, Jokowi ada di Rimbawan, kita akan ke sana!” kata Gunawan dari atas mobil komando, Sabtu (27/6/2026).
Dalam orasinya, Gunawan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Jokowi selama dua periode di Istana Negara. Ia menilai berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan tidak berpihak pada masyarakat kecil.
“Jokowi telah membuat negara hancur sehancur-hancurnya dan rakyat Indonesia miskin semiskin-miskinnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut teriakan dan kepalan tangan massa aksi yang meneriakkan “Usir Jokowi! Usir! Usir!” secara berulang.
Perwakilan FSML, Merry, turut menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi dasar aksi penolakan tersebut. Ia menyinggung berbagai isu yang menurut mereka berkaitan dengan catatan pelanggaran hak asasi manusia serta persoalan penegakan hukum dalam rentang 2014–2024.
“Kami mencatat beberapa peristiwa kelam, termasuk tragedi KM 50 dan insiden kerusuhan demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI pada Pemilu 2019, yang hingga kini belum memberikan rasa keadilan,” ujar Merry di tengah massa aksi.
Selain itu, FSML juga kembali mengangkat isu lama terkait keabsahan dokumen pendidikan Jokowi yang masih menjadi perdebatan di sebagian kalangan masyarakat.
Merry menyayangkan sikap Jokowi yang dinilai tidak membuka ruang klarifikasi secara terbuka.
“Kami sangat menyayangkan Pak Jokowi tidak berkenan menunjukkan ijazahnya di depan publik. Seharusnya hal sesederhana itu bisa dilakukan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” katanya.
Ia juga mempertanyakan agenda safari politik Jokowi di berbagai daerah Lampung, mengingat statusnya saat ini bukan lagi pejabat negara aktif. FSML mendesak agar perhatian diarahkan pada penyelesaian persoalan bangsa yang dinilai masih tertinggal.
Momen Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengangkat segelas es teh dari salah satu stan UMKM di Maliosewu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menjadi perhatian warga yang hadir pada Sabtu (27/6/2026).
Aksi tersebut terjadi saat Jokowi mengunjungi sentra UMKM di kawasan Maliosewu. Di tengah cuaca yang terik, ia mengambil segelas es teh, lalu mengangkatnya dan menunjukkannya ke arah masyarakat yang sudah menunggunya sejak siang hari. Momen sederhana itu seolah menjadi penyegar di tengah panasnya udara siang itu.
Aksi spontan tersebut langsung disambut sorak-sorai warga. Banyak di antara mereka yang segera mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen ketika Jokowi tersenyum sambil memperlihatkan gelas es teh tersebut.
Warga yang memadati area kunjungan saling berdesakan untuk mendapatkan posisi terbaik agar bisa melihat mantan Presiden RI itu dari dekat. Tak sedikit pula yang memanggil namanya agar Jokowi menoleh ke arah mereka.
Usai momen tersebut, Jokowi melanjutkan kunjungan dengan menyambangi sejumlah stan UMKM lainnya. Ia terlihat berbincang dengan para pelaku usaha, meninjau berbagai produk lokal yang dipamerkan, serta memberikan perhatian kepada para pedagang yang menyambut kedatangannya.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat aparat keamanan harus bekerja ekstra untuk mengatur pergerakan massa. Meski sempat terjadi dorong-dorongan akibat warga yang ingin mendekat, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung aman hingga Jokowi meninggalkan lokasi.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk bertemu langsung dengan Jokowi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Namun demikian, ia memastikan kegiatan tetap berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak.
“Antusiasme masyarakat Pringsewu sangat tinggi, sehingga memang ada sedikit kesulitan dalam pengamanan. Namun secara keseluruhan kegiatan tetap berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian dan TNI yang telah bekerja sama mengamankan kegiatan ini,” kata Yunus kepada awak media.
Ia menambahkan, padatnya jumlah pengunjung juga menyebabkan jadwal kunjungan mengalami keterlambatan. Agenda yang semula diperkirakan berlangsung singkat akhirnya molor hampir satu jam akibat banyaknya warga yang ingin menyapa Jokowi secara langsung.
“Karena saking ramainya masyarakat, kegiatan molor hampir satu jam atau hampir dua kali lipat dari jadwal yang direncanakan. Namun sampai rombongan meninggalkan Pringsewu, situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kunjungan Jokowi di sentra UMKM Maliosewu berlangsung sekitar 30 menit. Setelah menyapa masyarakat dan meninjau stan UMKM, Jokowi bersama rombongan kemudian meninggalkan Kabupaten Pringsewu pada pukul 14.29 WIB untuk melanjutkan agenda berikutnya.
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)