TRIBUNBATAM.id - Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tewasnya EM (67), seorang lanjut usia (lansia) yang ditemukan bersimbah darah di rumahnya, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.
Hingga saat ini, sejumlah saksi telah diperiksa oleh penyidik guna mengungkap tabir di balik dugaan kasus pembunuhan sadis tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa ini, termasuk mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti lainnya," kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, Sabtu (27/8/2026).
Peristiwa berdarah di Arcawinangun Banyumas ini pertama kali terungkap pada Sabtu pagi.
Korban EM ditemukan meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala yang diduga kuat akibat tindak kekerasan.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, dugaan aksi penganiayaan atau kekerasan tersebut diperkirakan terjadi dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Kasus ini resmi ditangani pihak berwajib setelah seorang warga setempat berinisial MIA (40) berinisiatif membuat laporan ke Polresta Banyumas.
Selain merenggut nyawa korban, sepeda motor milik EM diketahui juga raib dari lokasi kejadian, memperkuat dugaan adanya motif perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas).
Istri Korban Sempat Larang Warga Lapor Polisi
Terdapat kejanggalan dalam pengungkapan kasus ini.
Istri korban yang berinisial IR sempat meminta bantuan kepada tetangga sekitar, namun ia melarang warga untuk melaporkan insiden berdarah tersebut kepada pihak kepolisian.
Meski sempat dilarang oleh istri korban, warga yang melihat kondisi EM tewas secara tidak wajar akhirnya memilih untuk tetap menghubungi aparat penegak hukum.
"Awalnya IR minta tidak melapor, tetapi setelah melihat kondisi korban, akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian," kata saksi, MIA.
Baca juga: Kesaksian Mencekam sang Anak Temukan Ibunya Tewas Tak Wajar di Rumah, Ada Sejumlah Kejanggalan
Korban Alami Kekerasan Benda Tumpul
Menerima laporan dari warga, Tim Inafis dan penyidik Satreskrim Polresta Banyumas segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban.
Dari hasil pemeriksaan medis awal, ditemukan luka robek dan trauma serius pada area kepala korban.
"Dugaan sementara, korban meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tumpul yang menyebabkan luka serius di bagian kepala," kata Kapolresta.
Polisi Minta Bantuan Informasi dari Masyarakat
Guna mempercepat proses pengungkapan dalang di balik tewasnya lansia di Purwokerto Timur ini, Kapolresta Banyumas mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun untuk tidak ragu melapor.
"Kami mengajak masyarakat yang mengetahui atau melihat hal-hal mencurigakan terkait kejadian ini untuk segera melaporkannya kepada kami."
"Sekecil apa pun informasi yang disampaikan, sangat berarti dalam membantu proses pengungkapan kasus ini," pungkasnya.
(TribunBatam.id)