Steve Clarke secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional Skotlandia setelah kepastian tersingkirnya mereka dari Piala Dunia pada hari Sabtu.
Clarke sebelumnya menandatangani kontrak baru hingga tahun 2030 sebelum turnamen yang digelar di Amerika Utara, namun ia memutuskan untuk mengakhiri masa jabatannya setelah dipastikan bahwa timnya tidak dapat melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Skotlandia kalah dari Maroko dan Brasil di babak grup, hanya meraih satu kemenangan 1-0 atas Haiti.
Pelatih berusia 62 tahun itu telah membawa negaranya tampil di tiga turnamen besar, termasuk Kejuaraan Eropa pada tahun 2021 dan 2024, menjadikannya pelatih tersukses dalam sejarah tim nasional Skotlandia. Namun, ia kini memilih mundur setelah tujuh tahun memimpin tim.
Dalam surat terbuka kepada para pendukung, Clarke menulis: “Bagian paling emosional dari perpisahan ini adalah untuk para pemain saya, tanpa mereka kami tidak akan memiliki semua kenangan yang telah kami ciptakan sejak 2019 hingga sekarang.
“Mereka pantas mendapatkan semua pujian dan penghargaan yang mereka terima, dan merupakan kehormatan besar bagi saya bisa disebut sebagai pelatih mereka. Terima kasih telah menerima saya dan semoga sukses untuk penerus saya.”
Penampilan Skotlandia musim panas ini merupakan yang pertama di putaran final Piala Dunia sejak 1998, namun mereka menghadapi tantangan berat di fase grup. Diketahui para pemain diberi tahu pada hari Sabtu di markas mereka di Charlotte, setelah kepastian tersingkir datang menyusul kemenangan Kroasia atas Ghana.
Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Skotlandia, Ian Maxwell, menambahkan: “Meskipun kami semua kecewa harus tersingkir di babak grup Piala Dunia, kita tidak boleh melupakan kemajuan luar biasa yang telah dicapai selama tujuh tahun kepemimpinan Steve.”
Clarke mengakhiri masa jabatannya setelah tujuh tahun memimpin tim.
Maxwell melanjutkan: “Dari memulai sebagai tim pot empat pada tahun 2019 hingga mampu menjadi juara grup kualifikasi Piala Dunia, ia telah melampaui harapan dalam misinya membawa Skotlandia kembali ke turnamen besar.
“Kami berterima kasih kepada Steve atas kontribusinya yang memecahkan rekor, dan kami tahu bahwa ketika rasa kecewa akibat tersingkir dari Piala Dunia mereda, para pendukung Skotlandia akan mengingat dengan bangga momen-momen saat mereka kembali tampil di turnamen besar.”
“Akhirnya, atas nama dewan Asosiasi Sepak Bola Skotlandia, saya ingin memberikan penghargaan khusus kepada para pendukung luar biasa kami.
“Ribuan orang yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk merayakan kembalinya tim ke Piala Dunia — dengan komitmen finansial yang besar — sekali lagi menunjukkan diri mereka sebagai duta luar biasa bagi negara kita dan bagi sepak bola nasional.”