"The Leopards" menorehkan sejarah baru. Tim Nasional Republik Demokratik Kongo mencatatkan kemenangan luar biasa 3-1 atas Uzbekistan pada hari Minggu, memastikan tempat bersejarah di babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Dalam penampilan kedua mereka di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia setelah absen selama 52 tahun, tim asal Afrika ini menunjukkan permainan taktis yang luar biasa di babak kedua. Dua gol tajam dari Yoane Wissa dan satu penyelesaian klinis dari Fiston Mayele memastikan kemenangan bersejarah tersebut, membuat Kongo bergabung dengan Tanjung Verde sebagai kejutan besar lain yang lolos ke babak 32 besar.
Harapan Kongo sempat menipis di awal pertandingan ketika penyerang andalan Uzbekistan, Eldor Shomurodov, mencetak gol pada menit ke-10. Shomurodov mengeksekusi lob cantik yang terukur melewati penjaga gawang Kongo, memberikan keunggulan 1-0 bagi wakil Asia yang tampak akan menyingkirkan tim Afrika tersebut.
Namun, pasukan Sébastien Desabre menunjukkan daya juang luar biasa. Setelah sebelumnya mengejutkan dunia dengan menahan imbang tim bertabur bintang Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo dengan skor 1-1 pada laga pembuka, Kongo menemukan ritme permainan mereka dan sepenuhnya mendominasi duel fisik di babak kedua.
Tekanan tanpa henti itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Penyerang berbahaya Yoane Wissa menerobos kotak penalti dan dijatuhkan secara ceroboh oleh bek Uzbekistan, Abdukodir Khusanov, yang membuat wasit langsung menunjuk titik putih. Wissa dengan tenang bangkit, mengambil bola, dan menaklukkan penjaga gawang Abduvohid Nematov dengan arah berlawanan untuk menyamakan kedudukan sekaligus memicu akhir pertandingan yang menegangkan.
Sepuluh menit kemudian, kebangkitan Kongo menjadi sempurna. Winger Meschack Elia melepaskan tembakan keras yang sempat berbelok arah, dan Fiston Mayele dengan cerdas menyambar bola di depan gawang untuk menaklukkan Nematov dan membawa Kongo unggul 2-1.
Saat Uzbekistan berusaha mati-matian menyamakan skor di masa tambahan waktu, Kongo memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik cepat. Wissa menerima bola di tepi kotak penalti, lalu melepaskan tembakan melengkung indah ke sudut bawah gawang, memastikan kemenangan dan memicu perayaan meriah di bangku cadangan Kongo.