Respons PDIP soal Jokowi Injak Kepala Kerbau dalam Prosesi Adat, Soroti Kesombongan
Arie Noer Rachmawati June 28, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Foto Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi menginjak kepala kerbau saat safari di Lampung pada Sabtu (27/6/2026) menuai sorotan, termasuk dari PDI Perjuangan.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli memberikan respons terkait foto ritual Jokowi yang menjadi viral di media sosial.

Guntur menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kesombongan dan tidak menghormati nilai-nilai tradisi.

Foto yang dimaksudkan merupakan kegiatan Jokowi saat duduk di sebuah kursi dengan dikelilingi sejumlah tokoh berbusana adat.

Dalam dokumentasi tersebut, kaki kanan Jokowi tampak diletakkan di atas sebuah kepala hewan seperti kerbau beralas kain di atas karpet merah.

Belum ada penjelasan khusus mengenai makna ritual menginjak kepala kerbau tersebut baik dari Jokowi maupun pihak penyelenggara.

Baca juga: Arti Ritual Menginjak Kepala Kerbau yang Dijalankan oleh Jokowi saat Prosesi Adat

Hewan Kurban dalam Tradisi Harus Diperlakukan dengan Hormat

Saat ditanya apakah tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk menyindir logo PDIP, Guntur menyatakan tidak mengetahui secara pasti maksud di baliknya.

Namun, ia mengingatkan hewan kurban dalam tradisi mana pun seharusnya diperlakukan dengan hormat.

"Saya juga tidak tahu kalau maksudnya seperti itu, tapi biasanya kalau hewan yang dikurbankan itu dihormati loh, mau dengan acara adat sekalipun, bukan diinjak seperti itu," ujar Guntur saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).

Guntur kemudian membandingkan perlakuan terhadap hewan kurban dalam upacara tradisi di berbagai wilayah Nusantara yang sangat menjunjung tinggi etika.

"Misalnya kerbau di Toraja atau daerah-daerah lain kalau jadi bagian upacara, kepalanya/tengkoraknya akan diabadikan dalam kehormatan dan kebanggaan, bukan dihinakan seperti yang dilakukan dengan kaki Jokowi seperti itu," jelasnya.

Baca juga: Demo Tolak Kedatangan Jokowi di Lampung, Massa Singgung Dugaan Ijazah Palsu dan Isu Politik 2029

Soroti Etika Peletakan Kaki

Ia menyoroti etika dari tindakan peletakan kaki di atas kepala hewan yang sudah disembelih tersebut.

"Sikap Jokowi yang menginjak kakinya di atas kepala kerbau/sapi itu bentuk kesombongan. Tapi biarkan rakyat yang menilai," kata Guntur.

Lebih lanjut, Guntur menepis anggapan mengenai kemiripan antara hewan yang diinjak dalam acara tersebut dengan lambang partainya.

"Lagipula logo PDI Perjuangan itu banteng, bukan kerbau, bukan sapi. Banteng itu satwa yang dilindungi yang tidak mungkin dijadikan kurban atau tumbal," tegasnya.

Lebih lanjut, Guntur menyerahkan sepenuhnya penilaian atas dokumentasi acara tersebut kepada masyarakat luas.

"Kalau Jokowi mau mengekspresikan kesombongannya, biarlah masyarakat yang menilai," pungkas Guntur.

Baca juga: Sosok Orang Kuat di Balik Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Diungkap Jokowi

Belum Ada Penjelasan dari Penyelenggara

Pihak penyelenggara hingga saat ini belum memberikan penjelasan khusus mengenai makna ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi.

Namun, beberapa sumber menyebut kepala kerbau menjadi simbol dalam prosesi adat, terutama pada pemberian gelar atau upacara adat berskala besar. 

Ritual menginjak kepala kerbau dimaknai sebagai simbol meninggalkan sifat-sifat buruk sehingga orang yang menjalani prosesi diharapkan menjadi pribadi yang suci dan bersih.

Tradisi ini umumnya hanya dilakukan oleh kalangan pemimpin atau tokoh masyarakat.

Namun, masyarakat biasa juga dapat menjalani prosesi tersebut apabila dianggap berjasa, dituakan, dan dihormati oleh masyarakat.

Budaya menginjak kepala kerbau diyakini berasal dari Padang dan diperkirakan mulai masuk ke wilayah Jambi sekitar abad ke-7 Masehi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.