Tempuh Medan Sulit, Komunitas Jurnalis Antar Bantuan ke Dusun Terpencil di Sigi
Fadhila Amalia June 28, 2026 01:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Komunitas Jurnalis TAMEME menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/6/2026).

Bantuan difokuskan bagi masyarakat rumahnya mengalami kerusakan, khususnya di wilayah terpencil masih membutuhkan perhatian pascagempa.

Komunitas TAMEME memilih Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, sebagai lokasi penyaluran bantuan. 

Baca juga: Kantor KSOP Teluk Palu hingga Rumah Eks Kepala Bapenda Donggala Digeledah Kejati Sulteng, Kasus Apa?

Dua dusun berada paling jauh dari pusat desa, yakni Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu, menjadi sasaran utama karena akses menuju lokasi cukup sulit.

Puluhan paket sembako dibagikan kepada keluarga terdampak. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, gula pasir, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Selain sembako, warga juga menerima perlengkapan memasak berupa belanga goreng dan panci. 

Sementara anak-anak mendapatkan paket berisi susu dan cokelat.

Perjalanan menuju lokasi penyaluran tidak mudah. 

Jalan rabat beton hanya tersedia di sekitar pusat pemerintahan Desa Lembantongoa. 

Selanjutnya, rombongan harus melewati jalan tanah berbatu dengan tanjakan yang cukup curam.

Bahkan, kendaraan pengangkut bantuan sempat mengalami ban bocor di tengah perjalanan.

Perwakilan Komunitas TAMEME, Wawan Coxi, mengatakan aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian para jurnalis terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

"Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa warga terdampak gempa tidak sendiri. Teman-teman di Komunitas TAMEME berupaya menggalang dukungan agar bantuan ini bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Sigi Tak Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa, Fokus Bangun 50 Huntara Tahap Pertama

Menurutnya, Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu dipilih karena berada di wilayah yang relatif jauh dari pusat desa sehingga membutuhkan perhatian lebih.

"Kami sengaja memilih dusun yang aksesnya paling sulit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga, terutama mereka yang rumahnya mengalami rusak berat," katanya.

Sementara itu, Mohammad Iqbal mengatakan seluruh bantuan yang disalurkan berasal dari kepedulian para donatur yang mempercayakan Komunitas TAMEME untuk menyalurkannya kepada masyarakat terdampak gempa.

"Medannya memang cukup berat. Kendaraan kami bahkan sempat mengalami ban bocor. Namun, semua itu tidak mengurangi semangat kami untuk memastikan bantuan tiba langsung di tangan warga yang membutuhkan," tuturnya.

Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan bantuannya melalui Komunitas TAMEME. Alhamdulillah, amanah tersebut telah kami salurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu. Semoga menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang telah berbagi," ujarnya.

Ia menambahkan, Komunitas TAMEME masih membuka ruang bagi masyarakat, komunitas, maupun pihak lain yang ingin berpartisipasi membantu proses pemulihan warga terdampak gempa.

"Apabila masih ada masyarakat, komunitas, maupun pihak lain yang ingin berdonasi untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi, Komunitas TAMEME siap membantu menyalurkan bantuan tersebut secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian ini terus terjaga hingga masa pemulihan benar-benar selesai," pungkasnya.

Baca juga: Pemicu Agam Rinjani Kini Ditolak Masuk Lombok, Panji Petualang Sampai Minta Maaf

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh warga. 

Raut bahagia tampak menghiasi wajah masyarakat saat bantuan diserahkan, menjadi penyemangat di tengah upaya bangkit dari dampak bencana.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.